Tinjau Perbaikan Jembatan Gantung Lalay di Warungkiara, Kadis PU Harapkan Ini

Kepala Dinas Pekerjaan aumum Kabupaten Sukabumi Asep Japar saat meninjau lokasi Jembatan Lalay di Cigadog Warungkiara.| istimewa

LINGKARPENA.ID | Sempat viral Jembatan Lalay yang kondisinya rusak parah. Jembatan tersebut berlokasi di Kampung Cigadog, Desa Bantarkalong, Kecamatan Warungkiara, kabupaten Sukabumi dan Jembatan langsung dilirik oleh dinas pekerjaan umum.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Sukabumi Asep Japar mengatakan, perbaikan Jembatan Lalay saat ini tengah dalam proses perbaikan dan menurutnya dari hasil cek lokasi progresnya sudah hampir selesai atau mencapai 90 persen.

Baca juga:  Meninggal Dunia saat Hendak Mengikuti Upacara HUT RI ke 78, Linmas di Sukabumi Layak Disebut Pahlawan?

Jembatan Lalay kata Asep Japar merupakan akses penting. Karena sejauh ini menjadi penghubung lalu lintas warga empat desa di Kecamatan Warungkiara, yakni Desa Sirnajaya, Desa Bantarkalong, Desa Hegarmanah dan Desa Mekarjaya.

“Insya Allah ini akan segera bisa digunakan kembali secara normal dalam beberapa hari kedepan,” ujar Asep Japar, Jumat, (1/9/23).

“Saat ini pekerjaan sudah mencapai 90 persen. Harapannya dengan selesainya jembatan ini, mobilitas dan perekonomian masyarakat bisa pulih dan lancar,” imbuhnya.

Baca juga:  Ini Tiga Prioritas Pembangunan Jembatan Jalan Lingkar Utara Tahun 2024, Kadis PU; Sudah Masuk Site Plant
Kondisi Jembatan Lalay Cigadog Warungkiara.| ist

Masih kata Asep Japar, jjembatan gantung lalay memiliki panjang 60 meter dan lebar 2,7 meter mulai dilakukan perbaikan atau direnovasi oleh Dinas PU sejak tanggal 3 Agustus 2023 dengan menggunakan dana APBD Kabupaten Sukabumi sebesar Rp195 juta.

“Upaya perbaikan yang dilakukan Dinas PU berupa penggantian lantai jembatan, perbaikan railing (besi sandaran pengaman) hingga pengencangan kabel penggantung yang longgar,” jelasnya.

Baca juga:  Jembatan Lalay Rusak Viral, DPU Respon Begini

Selanjutnya kata Asjap lagi, meminta agar masyarakat ikut menjaga dan merawatnya, ia mengimbau kedepan pengguna jembatan dibatasi maksimal 3 ton.

“Masyarakat termasuk kepala desa harus ikut mengawasi, jangan sampai ada yang mengangkut barang di atas tonase itu. Sebab akan mengakibatkan kerusakan yang akhirnya cepat ambruk nantinya,” tandasnya.

Pos terkait