LINGKARPENA.ID | Seorang anak yang dibungkus dengan menggunakan daun pisang, warga Desa Sangrawayang, Kecamatan Simpenan Kabupaten Sukabumi sempat viral dan ramai menjadi perbincangan banyak orang.
Diketahui anak tersebut merupakan, Arian Al Ghafari (2) tahun putra bungsu Lina (42), warga Kampung Cisantri RT 02/03, Desa Sangrawayang, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi, saat mengalami sakit.
Karena tak memiliki biaya untuk berobat, Lina menutupinya dengan daun pisang. Dengan harapan cara tersebut bisa menurunkan suhu panas pada tubuh anaknya itu.
Kondisi tersebut membuat Forkopimcam dan Kepala Puskesmas (PKM) Kecamatan Simpenan bereaksi dan langsung menanganinya.
Menurut Kepala PKM Simpenan, Ade Setiawan, kepada Lingkarpena menjelaskan, terkait permasalahan dilapangan keluarga pasien meminta bantuan pemdes setempat, pihak puskesmas tidak mengetahuinya.
Dan katanya, jika melihat aturan sekarang dengan cut off UHC BPJS yang dibiayai APBD untuk sementara tidak bisa diajukan, paling cepat 14 hari ada keputusan terkait cut off UHC tersebut.
Kami dan Forkopimcam Simpenan, kata Ade, sudah kualifikasi terkait dengan masalah anak yang sakit yang ditutup daun pisang oleh ibunya tersebut.
“Alhamdulilah pasien sekarang sudah sembuh dan insyaAllah akan kami ditindaklanjuti dan diperiksa di Puskesmas dengan pemeriksaan laboratorium,” jelas Ade.
Pada Selasa, 7 Mei 2024, kondisi anak mulai membaik setelah ditangani tenaga kesehatan ( Nakes ) dari Puskesmas Simpenan yang datang langsung ke rumah pasien.
“Sekarang kondisi anak saya alhamdulilah sudah mulai membaik, tinggal lemasnya saja,” singkat Lina (ibunya Arian ini).






