LINGKARPENA.ID | Wakil Bupati Sukabumi, H. Andreas, menghadiri kegiatan Malam Keakraban Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) Kabupaten Sukabumi yang berlangsung di Pondok Alief, Ujung Genteng, Kecamatan Ciracap, Jumat (9/1/2026). Kegiatan tersebut menjadi momentum awal konsolidasi SPPI sejak resmi terbentuk di Kabupaten Sukabumi.
Dari 221 anggota SPPI yang terdata, sekitar 70 orang hadir dalam agenda yang dikemas sebagai ajang silaturahmi sekaligus ruang diskusi strategis. Forum ini membahas peran SPPI dalam mendukung program prioritas nasional serta kontribusi nyata bagi terwujudnya Kabupaten Sukabumi yang mubarakah—maju, unggul, berbudaya, dan berkah.
Panitia pelaksana, Hidayatullah, menyampaikan bahwa Malam Keakraban ini bertujuan menyatukan visi dan semangat para sarjana penggerak agar memiliki arah perjuangan yang sama dalam mendukung pembangunan daerah dan nasional.
“Potensi sumber daya manusia di Kabupaten Sukabumi sangat besar. Kami optimistis, SPPI bisa menjadi kekuatan penting dalam mendukung visi Sukabumi yang mubarakah,” ujarnya.
Sementara itu, Koordinator Wilayah SPPI Kabupaten Sukabumi, Sandi Ibnu Abdul Aziz, menegaskan bahwa keberadaan SPPI tidak terlepas dari tanggung jawab besar dalam mengawal dan menyukseskan program strategis pemerintah pusat, salah satunya Program Badan Gizi Nasional (BGN).
Menurutnya, keterlibatan SPPI dalam Program BGN bukan sekadar menjalankan tugas teknis di lapangan, melainkan juga menjadi sarana pembentukan karakter relawan agar lebih tangguh, disiplin, dan siap menghadapi tantangan sosial.
“Ini adalah perintah negara. Jadikan Program BGN sebagai ruang pembelajaran dan pembentukan karakter, sehingga kita benar-benar siap mengabdi,” kata Sandi.
Dalam arahannya, Wakil Bupati Sukabumi H. Andreas menyebut Program BGN sebagai langkah strategis dan mulia dalam menyiapkan generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045. Ia menekankan bahwa pembangunan sumber daya manusia harus dimulai sejak dini, dengan memastikan anak-anak mendapatkan gizi dan pendidikan yang memadai.
“Program ini bukan soal keuntungan atau anggaran. Ini adalah investasi jangka panjang bangsa untuk menyongsong Indonesia Emas 2045. Kuncinya ada pada gizi dan pendidikan,” tegasnya.
Wabup juga mengingatkan bahwa cita-cita besar tersebut tidak dapat dicapai secara instan, melainkan membutuhkan kerja keras, konsistensi, dan komitmen bersama. Ia menilai keterlibatan SPPI saat ini merupakan bagian penting dari perjalanan sejarah pembangunan bangsa.
“Apa yang Bapak dan Ibu lakukan hari ini akan menjadi bagian dari cerita Indonesia di tahun 2045 nanti,” ungkapnya.
Selain itu, Wabup berpesan agar seluruh relawan SPPI menjalankan amanah dengan penuh integritas dan tanggung jawab. Menurutnya, keberhasilan program sangat ditentukan oleh kualitas dan moral para pelaksananya di lapangan.
Sebagai Ketua Satuan Tugas Pencegahan Stunting Kabupaten Sukabumi, H. Andreas berharap Program BGN mampu memberikan dampak signifikan dalam menekan angka stunting. Ia juga menekankan pentingnya menjaga mutu layanan, termasuk pengelolaan dapur gizi yang harus sesuai dengan standar yang ditetapkan.
“Dampak program ini sangat besar. Ke depan, selain pemberian makanan bergizi, anak-anak juga harus dibekali edukasi tentang pola makan sehat, mulai dari memilih bahan, mengolah, hingga menyajikannya dengan benar,” pungkasnya.






