LINGKARPENA.ID | Pasca penemuan sesosok mayat di aliran Sungai Curug Darismin, Kampung Cikeresek, Desa Purwasedar, Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi, Kamis (8/1/2026) malam, suasana di sekitar lokasi kejadian masih diliputi ketegangan. Rasa takut dan waswas dirasakan oleh warga yang tinggal berdekatan dengan tempat kejadian perkara (TKP), terutama pada malam hari.
Salah satu warga setempat, Asimah (50), mengaku hingga kini masih merasa dihantui rasa takut sejak peristiwa tersebut terjadi. Perempuan yang sehari-hari berjualan aneka gorengan di warung kecil miliknya itu mengatakan, aktivitas keluarganya ikut terdampak.
Jika sebelumnya warungnya biasa buka hingga larut malam, kini ia memilih menutup lebih awal demi mengusir rasa takutnya.
“Biasanya warung saya buka sampai jam sebelas malam. Tapi setelah ada kejadian itu, sekarang selepas magrib sudah saya tutup. Bukan apa-apa, memang ada rasa takut,” ujar Asimah saat ditemui di warungnya, Sabtu (10/1/2026).
Asimah menuturkan, keputusan menutup warung lebih awal itu bukan hanya untuk dirinya, tetapi juga demi kenyamanan anggota keluarganya yang biasa menemaninya berjualan. Menurutnya, suasana malam di sekitar lokasi sungai kini terasa berbeda dibandingkan hari-hari sebelumnya.
“Kalau malam sekarang rasanya sepi dan bikin merinding. Jadi saya enggak berani lagi buka sampai larut,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Asimah juga menceritakan pengalaman yang masih ia ingat hingga kini, jauh sebelum peristiwa penemuan mayat tersebut. Sekitar sepuluh hari menjelang pergantian tahun, tepatnya sekitar pukul 03.30 WIB dini hari, ia sempat mendengar suara sepeda motor melintas ke arah lokasi sungai tempat mayat ditemukan.
“Waktu itu saya dengar ada sepeda motor lewat ke arah sana, sekitar jam setengah empat pagi. Tapi saya tidak tahu siapa dan untuk apa,” kata Asimah.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa dirinya tidak berani memastikan adanya keterkaitan antara suara sepeda motor yang didengarnya dengan peristiwa penemuan mayat di Sungai Curug Darismin. Menurutnya, bisa saja hal tersebut merupakan aktivitas warga biasa.
“Itu belum tentu ada hubungannya dengan kejadian penemuan mayat. Bisa saja warga yang mau ke sawah, soalnya sekarang kan lagi musim panen padi,” tambahnya.
Hingga kini, warga sekitar masih berharap pihak berwenang dapat mengungkap secara terang peristiwa tersebut agar rasa aman di lingkungan mereka dapat kembali pulih. Sementara itu, sebagian warga memilih meningkatkan kewaspadaan dan membatasi aktivitas di malam hari, sembari menunggu kepastian hasil penyelidikan dari aparat kepolisian.






