Ditinggal Bantu-bantu di Tetangga, Rumah di Ciracap Sukabumi Kebakaran

FOTO: Petugas saat melakukan pendinginan api di lokasi kebakaran.| Istimewa

LINGKARPENA.ID | Rumah panggung berdinding bilik ukuran 6 x 12 milik Kuhan Ahmad (57), warga Kampung Cisasak RT 18/06 Desa/Kecamatan Ciracap Kabupaten Sukabumi, terbakar.

Peristiwa kebakaran itu terjadi sekira pukul 11.00.WIB, pada Senin 27 Mei 2024 siang saat pemilik rumah sedang berada di luar rumah.

Pantauan lingkarpena dilokasi, api menghanguskan bagian dapur rumah milik korban. Diduga sumber api berasal dari tungku yang masih menyisakan bara api.

Kemudian api merambat dan menjilat tumpukan kayu bakar yang berada di samping tungku sehingga terjadi kebakran.

Saat kejadian, menurut pengakuan Fapimah, istri Juhan, dirinya sedang diluar rumah membantu tetangganya yang akan hajatan. Sementara suaminya, Juhan, sedang membantu tetangganya yang
sedang merenovasi rumah.

Baca juga:  Empat Orang Tertimpa Pohon, Dua Meninggal Dunia

“Padahal jam salapan teh abdi uih hla Ka bumi kanggo netepan. Teu terang bade kahuruan, upami terang mah abdi ge moal kamamana,”

“Padahal jam 9 itu saya sempat pulang dulu ke rumah mau melaksanakan Sholat. Gak tahu mau kebakaran. Kalu tau mau kebaaran mungkin saya gak kemana mana,” ucap Patimah.

Kronologi kejadian menurut Solihat (52), tetangga korban, sekira pukul 10.15 WIB dirinya sedang menonton Lesty Kejora di handphone sambil lesehan di teras rumah.

Baca juga:  Angin Puting Beliung, Pohon Tumbang Timpa Rumah Warga

Selang beberapa menit terdengar suara mencurigakan dari rumah milik Juhan. Ketika menoleh, Solihat kaget melihat api yang berkobar dibagian dapur rumah tersebut. Lokasi rumah Solihat dengan rumah Juhan bersebelahan.

Lebih lanjut kata Solihat, saat kejadian di sekitar rumah tidak ada laki laki. Dirinya mengaku sampai hilang suara karena berteriak meminta tolong saat melihat kobaran api. Tak lama warga berdatangan setelah Solihat menghubungi Juhan lewat handphone.

Abdi kuateun serak gogorowokan, sieun ningali seuneu meni sakitu ageungna,”

“Saya sampe serak karena teriak-teriak. Ya takut melihat api saking besarnya,” jelas Solihat.

Baca juga:  Satu Rumah Tersambar Petir di Sukabumi

Informasi di dapat, beberapa hari sebelum kejadian Patimah berencana untuk memindahkan tumpukan kayu bakar yang ada di sekitar tungku. Namun rencana itu belum dilakukan, dan musibah terlanjur datang.

“Dua dinten kapengkeur abdi Aya rencana Bade ngalihkeun suluh anu numpuk caket Hawu. Tos nasib we minten,”

“Dua hari lalu, saya sudah merencanakan mau memindahkan kayu bakar yang ada dekat tungku itu. Udah nasib mungkin ya,” kata Patimah.

Unsur Forkopimcam, Babinsa, Babinkamtibmas, Satpol-PP, dan masyarakat datang ke lokasi untuk melakukan asessment.

Pos terkait