LINGKARPENA.ID | Insiden “pengusiran” wartawan saat melakukan liputan konferensi PGRI Kabupaten Sukabumi, di SMPN 2 Ciracap, pada Selasa (9/9/2025) tempo hari langsung ditanggapi kritis oleh Ketua Wartawan Pajampangan (WAJA) Iwan Sugianto dan sejumlah insan pers di Kabupaten Sukabumi.
Atas kejadian itu pihak PGRI Kabupaten Sukabumi membuat forum mediasi yang dihadiri oleh para pihak terkait dalam insiden tersebut. Pertemuan tersebutturut dihadiri rekan jurnalis yang tergabung dalam komunitas Wartawan Pajampangan (WAJA).
Pertemuan berlangsung di salah satu rumah makan di kawasan Jalur Kota Sukabumi, pada Kamis (11/9/2025) berlangsung akrab. Dalam kesempatan itu Ketua PGRI Kabupaten Shkabumi, Jajat Sudrajat, menyampaikan permintaan maaf secara terbuka atas tindakan jajarannya yang dinilai berlebihan.
“Atas kejadian kemarin kami secara pribadi dan organisasi memohon maaf. Ini menjadi PR dan evaluasi bagi perbaikan kami kedepannya. Ke depan, kami akan berupaya agar kejadian serupa tidak terulang,” ujar Ketua PGRI Kabupaten Sukabumi dihadapan para jurnalis WAJA dan (perwakilan).

Atas inisiatif kebijakan ini, dua orang wartawan korban pengusiran, Jajang Suhendar dan Dicky Sopyan menyambut baik itikad baik pihak pengurus PGRI Kabupaten Sukabumi. Mereka berharap kejadian ini menjadi pelajaran bersama.
“Kami menghargai permintaan maaf ini. Semoga menjadi pelajaran bagi kita semua untuk saling menghormati tugas dan peran masing-masing,” ungkap Dicky mewakili.
Inisiatif Pengurus PGRI Kabupaten Sukabumi ini juga dinilai baik oleh Ketua Wartawan Pajampangan, Iwan Sugianto, yang turut hadir dalam pertemuan tersebut.
“Ini langkah positif. Kita berharap tidak ada lagi hambatan bagi wartawan dalam menjalankan tugas jurnalistik, apalagi di ruang publik seperti PGRI,” tegas Iwan.
Dari pertemuan itu, telah disepakati para pihak menyatakan saling memaafkan dan berdamai. Seluruh pihak berharap agar kejadian tersebut menjadi momentum refleksi untuk memperkuat sinergi antara insan pers dan organisasi profesi.
“Ini demi mendukung keterbukaan informasi serta menjunjung tinggi kerja jurnalistik sebagai salah satu pilar demokrasi,” singkat Ketua WAJA.






