LINGKARPENA.ID | Aktivitas wisata air di Pantai Buffalo, Kelurahan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, berakhir tragis. Sebuah insiden kecelakaan laut terjadi saat dua wisatawan tengah menikmati wahana jetski, Senin sore (5/1/2026). Peristiwa itu mengakibatkan satu orang meninggal dunia dan satu lainnya dalam kondisi kritis.
Peristiwa nahas tersebut terjadi sekitar pukul 17.02 WIB. Dua korban diketahui menaiki satu unit jetski dan mencoba melaju menembus ombak laut selatan yang dikenal ganas. Namun, upaya tersebut berujung petaka setelah jetski kehilangan kendali dan terbalik dihantam gelombang besar.
Kasat Polairud Polres Sukabumi, AKP Dadi, menjelaskan bahwa benturan keras tak terhindarkan saat jetski terbalik. Salah satu korban mengalami cedera serius di bagian kepala akibat terbentur badan jetski.
“Jetski terbalik ketika mencoba melewati ombak. Salah satu korban mengalami benturan keras di kepala,” ujar AKP Dadi kepada wartawan Senin (5/1/26).
Korban meninggal dunia diketahui bernama Al Muhanna Hassan Radhi, pria kelahiran 14 Juli 1986, warga negara Arab Saudi. Saat ditemukan, korban mengalami luka robek di pelipis kiri. Meski sempat mendapatkan penanganan medis di RSUD Palabuhanratu, nyawanya tidak berhasil diselamatkan.
Sementara itu, korban selamat atas nama Siti Maryam (41), warga Cisarua, Kabupaten Bogor, hingga kini masih menjalani perawatan intensif dengan kondisi kritis.
Insiden tersebut disaksikan langsung oleh beberapa saksi di lokasi, di antaranya Musyaffa Kautsar (23) serta Fahri Arinalhak, anak dari korban selamat. Mereka melihat detik-detik jetski terbalik sebelum korban terseret ombak.
Proses evakuasi berlangsung dramatis. Petugas bersama warga sekitar bahu-membahu mengevakuasi korban dari laut dengan kondisi gelombang yang cukup tinggi.
AKP Dadi menambahkan, pihaknya segera melakukan langkah cepat pascakejadian, mulai dari evakuasi korban, pemberian pertolongan pertama, pendataan identitas, hingga pelaporan resmi kepada pimpinan.
“Selama proses penanganan, situasi di lokasi kejadian tetap aman dan kondusif,” pungkasnya.(**)






