“Ya saya pastikan, jadi koordinasi sedang berjalan dengan pihak kepolisian. Ini Aksi Damai kok. Walaupun sepertinya ini akan jadi isu nasional, Karena aksi ini sudah dilakukan pemberitahuan dengan KPK RI secara online. Ya, nanti juga surat fisiknya akan disampaikan, karena aksi ini berkaitan dengan Hakordia,” tegas Hakim Adonara.
Masa Aksi Damai 912 ini menurut Hakim, pihaknya sudah membatasi jumlah massa yang ikut terlibat. Sebab mengingat Kabupaten Sukabumi masih terdapat level ppkm.
“Saya batasi hanya 50 orang per organisasi peserta aksi. Artinya, kurang lebih 800 orang. Tentunya dengan mentaati protokoler kesehatan seperti wajibnya mengenakan masker,” tambah Hakim.
Disinggung soal isu yang diusung pada Aksi 912, Hakim menyebutkan hal itu bersifat rahasia. Dikatakannya, pada saatnya nanti juga bakal disuarakan apa yang menjadi tujuannya aksi itu.
“Ya jelas, masing-masing Ormas-LSM mengusung isunya lalu dirumuskan oleh panitia Aksi 912. Soal apa isunya itu rahasia dong,” cetusnya.
Rencana Aksi Damai 912 ini diakui beberapa kalangan cukup menggemparkan jagat Sukabumi. Pasalnya Ketua Umum LSM GAPURA si pria gondrong beranting sebelah yang terkenal vocal ini, sebelumnya tidak pernah melakukan aksi massa gabungan hingga belasan Ormas-LSM.
“Diam-diam 16 Ormas-LSM ini sudah membentuk organ taktis bernama Persatuan Ormas-LSM (POL). Ini sebagai wadah para Ketua Ormas-LSM, ngeri-ngeri sedap,” imbuhnya.
Redaksi: Lingkarpena.id
Redaktur: Akoy Khoerudin






