LINGKARPENA.ID | Dinas Perdagangan dan Industri (Disdagin) Kabupaten Sukabumi terus dorong kemajuan Industri Kecil dan Menengah untuk wujudkan kemandirian dan pertumbuhan ekonomi ditengah masyarakat.
Kepala Disgain Kabupaten Sukabumi, Dani Tarsoni mengatakan bahwa pihaknya sejauh ini sudah melakukan beberapa tahapan dalam supporting IKM, diantaranya pembinaan dan pemberian bantuan alat-alat produksi kepada IKM dengan Kelompok Usaha Bersma (KUB).
“Kita sudah lakukan pembinaan terhadap peningkatan kapasitas mereka, kita lakukan pelatihan tapi melalui KUB. Nah IKM itu membuat KUB-nya, akhirnya kita undang mereka untuk diberikan pelatihan tergantung kebutuhan dari kelompok tersebut,” ungkapnya kepada Lingkarpena.id, Senin (16/06/2025).
“Misalnya cara menjahit yang baik dan sebagainya, sampai juga ada pelatihan bagaimana pemasaran juga sebetulnya, kita memang kadang-kadang ya atas nama kebersamaan kolaborasi kita dengan provinsi dengan pusat akhirnya berbagi, di pusat ada beberapa pelatihan disini yang dilaksanakan disini (di Kabupaten Sukabumi), kemudian kita juga memberikan bantuan peralatan nah alat-alat kita bantu,” imbuh Dani.
Selain bantuan kebutuhan kemampuan (skil) para pelaku IKM, Dani juga menyebut bahwa pihaknya memfasilitasi pemenuhan kebutuhan administratif para pelaku IKM, seperti sertifikasi halal, serifikasi Pangan Industri Rumah Tangga (P-IRT) dan kebutuhan administratif lainnya.
“Jadi memang ada pembagian tugas, ya karena kita (Disdagin) lebih cenderung ke IKM yah artinya sertifikasi halalnya terus P-RT ya kalau NIB mah kan semua pelaku usaha bisa membuat online gitu kita juga memberikan pelayanan fasilitas itu disini di bidang industri PDI begitu,” jelasnya.
Selain itu, Ia juga menyebut bahwa pemerintah telah menyiapkan skema bantuan modal usaha dengan memberikan subsidi bunga pinjaman khusus untuk perlaku IKM dan UMKM dalam waktu dekat ini.
“Ilustrasinya itu jadi pelaku usaha mikro itu paling hanya dapat bantuan modalnya itu dua juta lima ratus ribu, kalau IKM jelas tidak bisa 2,5 juta tadi akan ada proses produksinya serta kebutuhannya lebih besar, jadi kan paling minimal 10 juta atau berpalah nanti, pokonya dalam waktu dekat ini,” tutup Dani.






