Yel-Yel LaNyalla RI 1 Digaungkan GPM Saat Kongres di Gianyar Bali

Dalam sambutannya, LaNyalla menilai saat ini nilai-nilai dari Pancasila semakin ditinggalkan. Bahkan sudah tidak nyambung lagi dengan Pasal-Pasal yang ada di dalam Undang-Undang Dasar, yang telah mengalami 4 kali perubahan di tahun 1999 hingga 2002 lalu.

“Kebhinekaan hanya diwujudkan dengan keberagaman yang semu, melalui acara-acara seremonial. Kemudian kita yang menyebut Negara Kesatuan, ternyata penuh dengan ketimpangan antar-wilayah. Ini fakta yang tidak bisa dibantah. Termasuk sistem ekonomi yakni Ekonomi Pancasila dengan Azas Kekeluargaan dan Gotong Royong melalui Soko Guru Koperasi, telah berubah menjadi ekonomi Liberal Kapitalis,” lanjutnya.

Baca juga:  LaNyalla, Dorong Penguatan DPD RI Sebagai Artikulator Kepentingan Daerah

Kini Pancasila ibarat raga tanpa jiwa. Karena hanya dibacakan saja di upacara dan peringatan hari kelahiran Pancasila, tanpa dibumikan.

Apalagi, ditambahkan LaNyalla, jika mencermati isi Amandemen Konstitusi 1 sampai 4, sudah banyak pasal diubah yang nyaris tidak nyambung lagi dengan nilai-nilai dan butir-butir Pancasila sebagai nilai luhur bangsa.

“Inilah situasi yang disebut oleh sebagian kalangan, bahwa mahasiswa yang menjadi penggerak Reformasi 1998, tidak menyadari, bahwa perubahan konstitusi empat tahap telah kebablasan dan sarat dengan muatan kepentingan para penumpang gelap. Inilah yang menyebabkan tujuan lahirnya negara ini untuk mewujudkan Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia semakin jauh dari harapan,” tegasnya.

Baca juga:  Sekjen DEN: Pembangunan Pembangkit Nuklir Jadi Penyeimbang Bauran Energi

Melihat fakta itulah, tambah LaNyalla, DPD RI kemudian memperjuangkan adanya Amandemen perubahan ke-5. Agar arah perjalanan bangsa bisa dikoreksi. Sehingga Indonesia menjadi lebih baik dari sistem tata negara maupun sistem ekonominya.

“DPD RI akan sekuat tenaga memperjuangkan hal itu. Supaya Indonesia lebih berdaulat dan berdikari serta mampu mewujudkan Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia, seperti cita-cita Bung Karno dan para pendiri bangsa,” tuturnya.(*)

Baca juga:  Dikunjungi Ketua DPD RI, Raja Kupang Titip Pesan untuk Presiden Jokowi

 

Kontributor: Dedi Gunawan
Redaktur: Akoy Khoerudin

Pos terkait