1,1 Milyar PAD Kota Sukabumi Hilang, Ini Penyebabnya! 

LINGKARPENA.ID – Pedestrian Jalan Ahmad Yani Kota Sukabumi menyebabkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) hilang 1,1 milyar. Hal itu disampaikan Kepala UPT Parkir Dinas Perhubungan Kota Sukabumi, Rudi, diruang kerjanya Senin 20 Desember 2021 siang.

Menurut Rudi, pada tahun sebelumnya dilaksanakan pembangunan pedestrian Jalan Ahmad Yani, PAD dari pemasukan Parkir mencapai 2,8 milyar. Namun, setelah adanya pedestrian jalan menurun pendapatan mencapai angka 1,7 milyar.

Menurunnya PAD Kota Sukabumi, karena selama dilaksanakan pembangunan pedestrian jalan Ahmad Yani tidak terdapat lahan parkir. Saat ini, pihak pemerintah sedang mencari solusi untuk kantong parkir di jalur pedestrian Jalan Ahmad Yani tersebut.

Baca juga:  Aktivis SPI Angkat Bicara di Hari Tani Nasional, Ini Kata Rojak Daud

Dijelaskan Rudi, kehilangan PAD parkir bukan saja di sebabkan akibat pedestrian, melainkan adanya pandemi pada awal tahun 2020 sehingga berdampak pada kestabilan ekonomi khususnya di Kota Sukabumi.

“Ya, penurunan PAD juga karena adanya penutupan di ruas Jalan A Yani serta pemberlakuan PPKM selama 2 bulan. Itu dari awal Juli 2021 sampai September. Dan ini salah satu penyebab turunnya PAD parkir,” jelas Rudi.

Baca juga:  Wali Kota: P2RW Sukses Karena Dukungan Warga

“Rencananya ada beberapa titik yang nantinya akan dibuatkan kantong parkir. Hari ini pemerintah Kota Sukabumi sedang melakukan cek lokasi yang akan dijadikan kantong parkir,” terang Rudi.

Dikatakan Rudi, Jalan Ahmad Yani merupakan penyumbang PAD terbesar pada tahun 2019. Pendapatan itu, sebelum dilakukan pedestrian jalan. Setelah dilakukan pedestrian PAD Jalan Ahmad Yani hilang sekitar 50 persen.

Baca juga:  PA 212 Kota Sukabumi Datangi Pengadilan Negeri Minta Keadilan Hukum IB HRS

“Jalan Ahmad Yani ini bisa dikatakan penyumbang PAD terbesar untuk Kota Sukabumi khusus dari pendapatan parkir ya. Pada tahun 2019 mencapai 2,8 milyar. Saat ini, cuma bisa menyumbang 1,7 milyar. Ya, semoga kantong-kantong parkir di Tahun 2022 sudah terpecahkan solusinya. Pak Wali Kota sedang berupaya mencari solusi,” imbuhnya.

 

 

 

 

Reporter: lingkarpena.id

Redaktur: Akoy Khoerudin

Pos terkait