20 Tersangka Kasus Narkotika Dibekuk Satnarkoba Polres Sukabumi

Sejumlah tersangka kasus narkotika saat dilakukan ungkap kasus di Mapolres Sukabumi.| Foto: Ndie

LINGKARPENA.ID | Puluhan batang pohon ganja kering dan ribuan butir obat keras terbatas serta puluhan paket sabu-sabu berhasil diamankan oleh jajaran kepolisian Polres Sukabumi melalui Satnarkoba.

Operasi pengungkapan kasus yang dilakukan oleh pihak Satnarkoba Polres Sukabumi dalam kurun waktu dua pekan terakhir pada November 2023.

Kapolres Sukabumi, AKBP Maruly Pardede, mengungkapkan bahwa sebanyak 20 tersangka terlibat dalam 18 kasus narkotika dengan lokasi penangkapan yang tersebar di wilayah Kabupaten Sukabumi.

Baca juga:  Waspada! Cuaca Ekstrim Mengakibatkan, Ruas Jalan Lingkungan Tergerus Longsoran Tanah di Selabintana

“Sebanyak 34 batang pohon ganja berhasil disita dalam kondisi tumbuh dengan baik. Dalam perkara narkotika lainnya, terdapat enam kasus sabu dan 12 kasus obat keras terbatas,” ujar Maruly.

“Dari 20 tersangka, 14 masih dalam proses penyidikan di Satnarkoba, sementara enam lainnya telah ditahan di Lapas Warungkiara Kabupaten Sukabumi,” imbuhnya.

Lanjut Maruly, barang bukti yang berhasil diamankan termasuk 36,04 gram sabu dalam berbagai kemasan klip, 34 batang pohon ganja, dan 12.606 butir obat keras terbatas.

Baca juga:  37 Terduga Pelaku Pengedar dan Pemakai Narkoba Ditangkap Satres Narkoba Polres Sukabumi Kota

Kepada para tersangka, pihak kepolisian akan menerapkan undang-undang narkotika, dengan ancaman minimal 4 tahun hingga maksimal seumur hidup penjara.

“Terhadap para pengedar obat-obatan terlarang, polisi menerapkan pasal 435 junto pasal 138 ayat 2 dan ayat 3, atau pasal 436 junto pasal 145 ayat 1 Undang-undang RI Nomor 17 Tahun 2023 tentang kesehatan, dengan ancaman penjara paling lama 12 tahun,” jelasnya.

Baca juga:  Penilaian STBM Award, Iyos: Presentasikan 23.485 Unit Jamban di Sukabumi Sudah Dibuat

Maruly juga merinci modus operandi para tersangka, yang melibatkan salam tempel atapun sistem tempel, serta trik-trik lain untuk mengelabui petugas kepolisian dan masyarakat umum dalam transaksi narkotika dan obat-obatan terlarang.

Pos terkait