Sayyed Agiel, tokoh Pemuda Kecamatan Gunungguruh. [Foto: A, wbs]

Refocusing Anggaran di BBAT Sukabumi, Sayyid Agiel: Pembatalannya Tidak Relevan

KABUPATEN SUKABUMI
Spread the love

Lingkarpena.id, SUKABUMI – Tokoh Pemuda Kecamatan Gunungguruh, menyikapi beredarnya Surat Keputusan (SK) Balai Besar Perikanan Air Tawar (BBPAT) Sukabumi No. 2924/BBPBAT/PB.140/VIII/2021, perihal Pembatalan Bantuan Budidaya Ikan Hias TA. 2021. Hal itu sangat disayangkan oleh Kelompok Sejahtera Sadaya Kampung Lio Kararange, Desa-Kecamatan Gunungguruh, Sayyid Agiel, Jumat (27/08/2021).

Menurut Agiel, sebelumnya kelompok Sejahtera Sadaya bakal menerima bantuan melalui program Cacing Sutra pada tahun ini. Namun, setelah beredar surat dinas soal pembatalan program kami menjadi kecewa. Pihak Kelompok merasa di rugikan dengan sudah persiapan lahan dan materi yang sudah dikeluarkan.

Kata Agiel, Balai sendiri menyebut, pembatalan program Budi Daya Ikan Hias karena situasi masa pandemi dengan alasan di Refocusing. Balai sendiri seharusnya memfokuskan atau memusatkan kembali anggaran untuk kegiatan yang sebelumnya tidak di anggarkan melalui perubahan anggaran.

Baca juga:
Kekayaan Tambang LTJ, Ketua DPD RI: Pemerintah Perlu Meneliti dan Mengembangkan

“Menurut Saya Balai tidak sinkron antara keputusan Kementrian Kelautan dan Perikanan (KKP) Republik Indonesia dengan Refocusing anggaran melalui program yang dibatalkan,” jelas Agiel.

Dikatakan Agiel, terkait Refocusing anggaran, Mentri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu padahal sudah dijelaskan melalui akun resmi KKP RI, Sakti Wahyu Trenggono. Dia mengatakan, bahwa anggaran Kementriannya tidak akan mengganggu program-program yang berkaitan dengan pemberdayaan masyarakat Kelautan dan Perikanan.

“Harusnya tidak ada Refocusing untuk kepentingan masyarakat yang diganggu. Arahan saya kepada jajaran, untuk kepentingan masyarakat jangan diganggu,” jelas Agiel, seperti yang dituturkan Sakti Wahyu Trenggono, dalam akun resmi KKP RI.

Baca juga:
Sinergitas Forkopimcam Curugkembar, Distribusikan Bansos Kemenko Marves

Menurut Agiel, hal itu disampaikan pada rapat kerja KKP dengan Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia pada 23 Agustus 2021 di Jakarta. Dan itu yang saya simak dari akun resmi milik KKP RI tersebut.

Atas dasar aspirasi masyarakat yang disampaikan, ini sangat tidak relevan serta cuma menimbulkan angan-angan saja pada masyarakat yang tadinya sudah berharap dengan jelas melalui pengajuan dan fakta integritasnya terkait bantuan tersebut.

“Saya berharap Kementrian agar memperjelas terkait Refocusing itu tersendiri pada BBPAT Sukabumi,” pungkasnya.

 

Reporter: A, wbs
Redaktur: Akoy Khoerudin

Tinggalkan Balasan