217 Kejadian Bencana di Kota Sukabumi Selama Tahun 2021, Ini Rinciannya!

LINGKARPENA.ID – Berdasarkan Sistem Informasi Elektronik Data Bencana (SIEDAN) BPBD Kota Sukabumi periode Januari-Desember 2021, tercatat ada 217 kejadian bencana alam yang tersebar di 7 Kecamatan. Angka tersebut naik dibandingkan dengan tahun 2020 sebanyak 199 kejadian.

Akibat dari kejadian tersebut taksiran nilai kerugian mencapai Rp.9.205.135.350. Luas area terdampak 54,70 hektar dan 194 kepala keluarga (KK) terdampak, diantaranya 5 keterangan mengungsi, korban meninggal 2 orang. 452 unit bangunan rusak, 21 unit rusak berat, 66 unit rusak sedang dan 365 unit rusak ringan.

Baca juga:  Longsor Hantam Rumah Warga Cicurug, 10 Orang di Ungsikan

“Pada bulan November merupakan frekuensi tertinggi yang dilaporkan masyarakat, tercatat ada 58 kasus. Kemudian laporan terendah yaitu pada bulan Agustus, tercatat ada 6 kasus,” kata Kepala Seksi (Kasi) Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Sukabumi, Zulkarnain, kepada awak media 05/01/2022 kemarin.

Menurutnya, cuaca ekstrem dan longsor paling mendominasi, masing-masing 74 kali dan 70 kali dan terendah yaitu gempa bumi ada 2 kali. Nilai kerugian yang terbesar berasal dari jenis kebakaran, Rp.3.747.500.000, prakiraan luas area terdampak 0,26 hektar, disusul dengan taksiran kerugian banjir mencapai Rp.2.113.550.000, dan prakiraan luas area terdampak 52,89 hektar.

Baca juga:  Peringati Hari Juang 45, Kodim 0607 Gelar Ziarah dan Tabur Bunga di TMP Warudoyong

“Wilayah tertinggi ada di Kecamatan Gunung Puyuh, tercatat ada 47 kali, jadi yang tertinggi itu berasal dari Kelurahan Karang Tengah, dan terendah itu di Kecamatan Baros. Catatan SIEDAN juga menunjukkan Kelurahan Gunung Parang dan Kelurahan Cikole nihil aduan tertulis,” ujarnya.

Berikut ringkasan jenis kejadian, frekuensi, taksiran nilai kerugian dan area yang terdampak diantaranya, banjir 40 kali, dengan taksiran kerugian mencapai Rp.2.113.550.000 dan prakiraan luas area terdampak 528.926 meter persegi. Cuaca ekstrem 74 kali, dengan taksiran kerugian mencapai Rp.1.361.700.000 dan prakiraan luas area terdampak 6.599 meter persegi. Kemudian kebakaran 27 kali, dengan taksiran kerugian mencapai Rp.3.747.500.000 dan prakiraan luas area terdampak 2.528 meter persegi.

Pos terkait