36 Tahun Mengabdi, Ini Aktivitas Lain sang Guru Honorer di Sukabumi

Begini aktivitas sang guru honorer Alvi Noviardi sepulang mengajar dari Sekolah setiap hari.| Foto: Istimewa

LINGKARPENA.ID | Alvi Noviardi, S.Pd., (56) seorang guru honorer di Kabupaten Sukabumi tak pernah menyerah untuk terus berjuang demi bertahan hidup ditengah himpitan ekonomi yang semakin sulit.

Alvi Voviardi merupakan seorang guru honorer di salah satu sekolah swasta di Kota Sukabumi. Dirinya mengabdikan diri pada dunia pendidikan nyaris setengah abad, yakni sudah 36 tahun.

Aktivitas lain dari sang guru honorer ini merupakan seorang pemulung barang bekas. Itu dilakukan Alvi setelah aktivitas rutin ia sepulang dari memberikan pendidikan di Sekolah dari di Kota Sukabumi.

Sosok Alvi Noviardi saat berada di kediamannya.| istimewa

Secara tidak sengaja, aktivitas Alvi tersebut terpantau oleh rekan sejawatnya. Saat itu, ia terlihat sedang melakukan aktivitasnya sedang mengumpulkan barang bekas di area pertokoan yang ada di wilayah Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

“Iya, secara tidak sengaja saya bertemu pak Alvi. Saat itu ia sedang melakukan aktivitasnya di jalanan. Saya salut dan juga prihatin akan kehidupan pak Alvi. Beliau begitu gigih dalam bekerja,” kata Agus Ramdani S.Pd., salah satu pengurus Cabang PGRI Cibadak, saat ditemui oleh awak media, (28/11/2023) kemarin.

Baca juga:  Kadis PU Kabupaten Sukabumi, Asep Japar Mengucapkan, Selamat Menunaikan Ibadah Puasa 1444 H

Lanjut Agus, padahal baru beberapa hari ini, kita sedang merayakan euforia peringatan hari guru se-Indonesia. Namun, sampai saat ini masih banyak rekan se profesi kami yang bernasib dan belum beruntung secara ekonomi seperti pak Alvi ini.

Namun, secara pribadi kami salut akan kegigihan beliau dalam mengarungi kehidupan ini dengan membuang ego dan tak malu untuk berusaha apa saja untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

“Uang dari hasil mengumpulkan barang bekas, dipakai untuk ongkos transportasi pak Alvi ke Sekolah di tempat ia mengajar. Beliau tak malu sebagai pemulung, yang penting kata dia itu pekerjaan yang halal. Apa salahnya?,” tiru Agus menjelaskan.

Baca juga:  Rumah Ambruk di Ciemas Akibat Pergerakan Tanah

Agus berharap, suatu saat nanti ada tangan-tangan dermawan yang mau membantu pak Alvi. Saat ini diketahui pak Alvi itu tinggal di Kampung Bantarmuncang Kulon RT 03/07, Desa sekarwangi, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi.

“Kami dari PGRI Cabang Cibadak, juga akan bergerak untuk membantu pak Alvi. Semoga dengan kebersamaan pada momentum hari guru beberapa hari lalu sebagai perhatian bagi rekan-rekan seperjuangan untuk membantu pak Alvi ini,” tandasnya.

Sementara itu Alvi sang guru honorer saat ditemui rekan media di kediamannya mengatakan, ia menyebutkan pengabdian terhadap dunia pendidikan dimulai sejak tahun 1988 lalu.

Dari penuturannya, pak Alvi ini memiliki Dua orang anak. Dan anak keduanya saat ini masih duduk di kelas 3 SMA. Alvi saat ini hidup tanpa pendamping. Dijelaskannya sang Istri tercinta sudah terlebih dahulu menghadap sang kholik 3 tahun lalu.

Baca juga:  Pencarian Korban Hari Kedua: SAR Terjunkan Tim Gabungan, Ini Penjelasannya! 

Saat ini Alvi mengajar di salah satu sekolah MTs dengan memilih materi pelajaran IPS. Sementara di Sekolah MA sendiri dia mengajar Ilmu Sejarah.

Alvi Noviardi sang guru honorer saat melakukan aktivitasnya sebagai guru di Sekolah.| istimewa

“Menjadi seorang pemulung saya tidak malu. Itu pekerjaan mulia dan halal kenapa harus malu. Untuk bisa bertahan hidup terpaksa saya lakukan itu,” tutur Alvi.

“Saya mengajar jurang lebih 36 tahun. Untuk memenuhi kebutuhan hidup, saya memungut barang bekas untuk dijadikan ekonomi penunjang hidup. Ya kalau mengandalkan gaji saya sebagai honor tau sendiri berapa gaji honorer, buat makan sama anak saja tidak cukup. Ditambah biaya tranportasi saya ke sekolah, sangat tidak mungkin, makanya saya melakukan kegiatan memulung,” terangnya.

“Jika saya berharap, ya jadi PNS, paling tidak minimal diangkat menjadi P3K supaya setara dengan PNS. Ya paling tidak saya punya pensiunan kelak,” harapnya.

Pos terkait