Botram: Berujung Duka, Warga Loji Meninggal Tenggelam di Curug Larangan Usai Terjun ke Kolam

Keindahan wisata Curug (air terjun) yang merupakan kekayaan alam di Kabupaten Sukabumi.[gambar:ilustrasi AI]

LINGKARPENA.ID | Kebersamaan yang semula dipenuhi canda dan tawa mendadak berubah menjadi tangis. Agenda botram keluarga yang digelar di kawasan Curug Larangan, Minggu (21/6/2026), berakhir dengan peristiwa memilukan setelah seorang warga Kampung Loji, Desa Loji, Kecamatan Simpenan, berinisial D, meninggal dunia akibat tenggelam saat berenang.

 

Sejak pagi, korban bersama anggota keluarganya berangkat menuju Curug Larangan untuk menghabiskan waktu bersama. Sekitar pukul 10.00 WIB mereka tiba di lokasi dan menikmati suasana alam sambil menggelar makan bersama.

 

Usai botram, beberapa anggota keluarga memutuskan bermain air di kolam alami curug. Korban pun ikut berenang dan beberapa kali melompat ke dalam air.

Baca juga:  Pergerakan Tanah Panjang 60 Meter Mirip Tapal Kuda Terjadi di Gegerbitung Sukabumi 

 

“Awalnya semua berjalan seperti biasa. Setelah makan bersama, korban mandi di curug dan sempat beberapa kali melompat ke air,” ujar seorang warga Loji berinisial B saat dikonfirmasi.

 

Namun suasana berubah seketika ketika korban melakukan lompatan berikutnya. Korban tidak lagi terlihat muncul ke permukaan, membuat keluarga yang berada di sekitar lokasi langsung panik.

 

“Setelah loncat, korban tidak muncul lagi. Keluarga dan warga langsung berusaha mencari di sekitar lokasi,” tutur B.

Baca juga:  Polisi Ungkap Kronologi Wisatawan yang Tewas Tenggelam di Curug Larangan

 

Pencarian dilakukan secara spontan oleh keluarga dibantu warga yang berada di kawasan wisata tersebut. Setelah beberapa jam melakukan penyisiran, korban akhirnya berhasil ditemukan sekitar pukul 16.00 WIB dalam kondisi sudah tidak bernyawa.

 

“Korban ditemukan sekitar jam empat sore. Setelah dievakuasi, jenazah langsung dibawa ke rumah duka untuk dimakamkan,” katanya.

 

Pada Minggu petang menjelang waktu Magrib, keluarga telah memakamkan jenazah korban di kampung halamannya dengan suasana penuh duka.

Baca juga:  Polsek Curugkembar Sigap Tangani Laka Tunggal di Jembatan Gantung Cibodas, Kapolsek Imbau Perbaikan Segera

 

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa wisata alam, khususnya kawasan air terjun, tetap menyimpan risiko yang harus diwaspadai. Kedalaman kolam, kontur dasar, hingga kondisi arus yang tidak terlihat dari permukaan dapat membahayakan pengunjung. Warga pun mengimbau masyarakat agar selalu mengutamakan keselamatan dan tidak berenang di lokasi yang belum diketahui tingkat keamanannya.Jika diinginkan, saya juga bisa membuat versi yang lebih dramatis bergaya feature khas media online lokal dengan lead yang lebih kuat dan emosional.

Pos terkait