Retakan tanah seperti tapal kuda dengan panjang 60 meter terjadi di area pesawahan di Cijurey Gegerbitung Sukabumi. [Foto: Ist]

Pergerakan Tanah Panjang 60 Meter Mirip Tapal Kuda Terjadi di Gegerbitung Sukabumi 

KABUPATEN SUKABUMI PERISTIWA

Lingkarpena.id, SUKABUMI – Pergerakan tanah dengan panjang mencapai 60 meter terjadi di Kecamatan Gegerbitung Kabupaten Sukabumi, Kamis (11/11).

Peristiwa pergeseran tanah memanjang tersebut, terdapat di area pesawahan di Kampung Pasir Talang RT 13/04 Desa Cijuray Kecamatan Gegerbitung Kabupaten Sukabumi, terjadi sekitar pukul 11:30 WIB.

Menurut petugas penanggulangan bencana kecamatan P2BK Gegerbitung, Ofieq dalam laporannya yang disampaikan Pusdalops BPBD Kabupaten Sukabumi menerangkan, retakan itu terjadi sepekan lalu.

Baca juga:  Ibu Hamil Jatuh dari Motor di Lampu Merah Palabuhanratu, Ini yang Dilakukan Polisi

“Kamis 4 November 2021 pekan lalu sekitar pukul 15:30 WIB terjadi hujan deras. Sehingga di area persawahan ini terjadi retakan dengan tinggi 20 centi meter dan lebar 10 centimeter,” jelas Ofieq dalam keterangannya.

Lanjutnya, anjlokan kembali terjadi dan bertambah menjadi ketinggian 1 meter, kedalaman 1 meter dan lebar menjadi 40 centimeter. Peristiwa itu terjadi dalam satu pekan ini.

Baca juga:  Pemdes Loji Cari Investor Kembangkan Situs Kubang Hejo

“Nah, saat ini retakan memanjang menjadi 60 meter. Di area mahkota anjlokan tanah berbentuk tapal kuda. Jarak dari titik retakan tanah ke pemukiman warga hanya berkisar 20 meter. Itu rumah paling dekat,” tuturnya.

Dikatakan Ofieq, ada sekitar tiga rumah warga terdapat dekat dengan lokasi getaran tanah tersebut. Kejadian itu sudah dilaporkan dan diketahui pemerintah setempat dan warga diharap waspada dan siaga.

Baca juga:  Kapolres dan Ketua Bhayangkari Kunjungi Korban Pergerakan Tanah di Tenda Pengungsian Purabaya Sukabumi

“Bencana itu terjadi di area persawahan seluas kurang lebih 1 hektare. Area pesawahan untuk sementara ini tidak dialiri air. Dikhawatirkan akan memicu rembesan terhadap titik pergeseran tanah di lokasi itu,” imbuhnya.

 

 

 

Redaksi: Lingkarpena.id

Redaktur: Akoy Khoerudin

Tinggalkan Balasan