LINGKARPENA.ID – Paguyuban Jampang Tandang Makalangan di wilayah Kabupaten Sukabumi Selatan dikukuhkan dan di deklarasikan pada Selasa (11/01/2022).
Tujuan dibentuknya paguyuban Jampang Tandang Makalangan untuk mempersatukan kekuatan dan cita-cita masyarakat Pajampangan kedepannya.
Deklarasi disuarakan dan diikuti oleh berbagai kalangan. Mulai dari Ormas, LSM, OKP, Komunitas, Paguyuban serta Perguruan.
Deklarasi dipimpin langsung Ketua Cabang Perguruan Sapu Jagat Pajampangan, Yudi Pratama. Dalam deklarasi tersebut, termuat kalimat mempersatukan kekuatan untuk Jampang Tandang Makalangan kedepannya.
“Hari ini Jampang Tandang Makalangan dibentuk dan dideklarasikan. ‘Ngahiji Jadi Hiji’ bersatu menjadi satu kekuatan agar tidak bercerai berai,” ujar Yudi Pratama dalam keterangannya.
Dikatakan Ketua Sapu Jagat Pajampangan tersebut, mempersatukan persepsi dalam suatu wadah merupakan satu kekuatan besar. Sehingga wadah Paguyuban Jampang Tandang Makalangan ini bisa menjadi rumah besar bagi Organisasi, OKP, maupun Ormas serta Komunitas lainnya di Pajampangan.
“Hari ini kami menyamakan persepsi Jampang ngahiji, menjadi hiji, (mempersatukan Jampang satu menjadi satu). Inilah kami dari sebahagian tokoh Pajampangan mendeklarasikan Paguyuban Jampang Tandang Makalangan sepakat untuk dibentuk,” jelasnya.
Organisasi yang turut bergabung di Paguyuban Jampang Tandang Makalangan antara lain, Perguruan Sapu Jagat Pajampangan, OKP, Ormas, KNPI, Pemuda Pancasila, LSM GMBI, LPKSM, Banser, B3DIL, Manggala Garuda Putih (MGP) serta Komunitas lainnya yang ada di wilayah Pajampangan.
Sementara itu, Ketua Umum Paguyuban Jampang Tandang Makalangan, Hendra Permana mengatakan, paguyuban terbentuk atas inisiasi dari beberapa kalangan pada musyawarah sebelumnya. Atas kesepakatan bersama akhirnya Paguyuban ini dikukuhkan.
“Berawal dari obrolan kecil, kemudian menjadi musyawarah besar dan dihadiri perwakilan masing-masing kecamatan. Terbentuk lah Paguyuban Jampang Tandang Makalangan ini,” ujar Hendra Permana.
Ketua terpilih Hendra Permana dilakukan secara aklamasi. Berdasarkan kesepakatan bersama semua pemilihan ketua umum dilakukan secara penunjukan langsung.
“Tentu saja jabatan ketua cukup berat. Tapi saya punya keyakinan, jampang bisa bersatu padu. Jika satu visi, satu rasa, satu kecintaan terhadap daerah akan terwujut cita-cita. Nah, pemahaman ini dalam hal apapun bisa kita terapkan. Semoga cita-cita masyarakat kedepan bisa terwujud,” tegasnya.(***)
Reporter: Lingkarpena.id
Redaktur: Akoy Khoerudin






