LINGKAR PENA.ID – Nasabah ini nyaris bunuh diri karena putus asa ditagih Debt Collector Pinjaman Online (Pinjol). Seorang ibu muda sebut saja Neng (22) warga Desa Karang Tengah, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, terpaksa pergi dari rumah setelah cekcok dengan suaminya sendiri.
Permasalahan berawal dipicu dari uang pinjaman online yang sudah jatuh tempo belum terbayarkan oleh Neng. Diketahui nasabah ini sudah menunggak beberapa bulan, sehingga pihak Debt Collector terus-terusan menagih melalui telepon dan juga kepada nomor lain yang di daftarkan di aplikasi Pinjol.
Menurut Ibu korban (AS) kepada Lingkarpena.id mengatakan, anaknya nyaris putus asa dan mau bunuh diri setelah terus-terusan dihubungi pihak Debt Collector. Ditambah lagi dengan permasalah ekonomi keluarga yang tak menentu. Hal itu dirasakan Neng setelah usaha dagang yang ia bangun tak mampu menutupi kebutuhan keluarga apalagi untuk membayar hutang.
“Masalahnya ya itu, karna usaha dagangannya sepi pembeli, ditambah lagi suaminya yang tak bekerja, sehingga memperburuk kondisi ekonomi keluarganya. Mereka sering cekcok terkait masalah hutang pinjol,” tutur AS Rabu (08/06/2022).
Lanjutnya, karna tertekan masalah hutang dan ditambah lagi setelah cekcok dengan suaminya, akhirnya Neng memutuskan untuk pergi mencari pekerjaan di kota besar sebagai assisten rumah tangga. Neng pergi meninggalkan suami dan anaknya yang masih berusia satu tahun.
“Neng pergi dengan kondisi beban masalah yang sangat berat. Sedangkan anaknya yang masih balita sering menangis karna masih butuh ASI saat ia tinggalkan. Ibu terpaksa merawat anaknya Neng dan suaminya pulang ke rumah orang tuanya,” kata AS.
Dengan berat hati, ibu Neng terpaksa harus merelakan putri semata wayangnya pergi jauh dari suami dan cucunya yang masih membutuhkan kasih sayang.
“Mudah-mudahan neng bisa mengumpulkan uang untuk membayar hutang agar tak ditagih DebtCollector lagi,” pungkasnya.






