Sepi Pembeli, PKL Ini Terancam Gulung Tikar

Pedagang Kaki Lima di Pasar Cibadak terancam gulung tikar.| Foto: Rudi Tanjung

LINGKARPENA.ID – Sepi pembeli, itulah keluhan dari sejumlah Pedagang Kaki Lima (PKL) yang berada di jalan Raya Siliwangi, area Pertokoan Labora, Pasar Cibadak, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi.

Sepinya pembeli tentu saja berdampak kepada pendapatan para PKL ini. Tak heran jika banyak dari para PKL yang menutup usahanya karena sepi pembeli. Para pencari rupiah ini terpaksa mencari alternatif lain untuk memenuhi kebutuhan keluarga.

“Dulu sebelum dilanda Pandemi Covid-19 dari hasil berjualan kaset, kami masih bisa bertahan untuk memenuhi kebutuhan keluarga,” ungkap, Erdi (35) salah satu PKL Kaset CD dan DVD yang masih bertahan hingga sekarang saat ditemui Lingkarpena.id Rabu, (15/6/22).

Baca juga:  Puluhan Warga Desa Wangunsari Cairkan BPUM Rp2,4 Juta

Menurut Erdi, sepinya pembeli dikarenakan faktor ekonomi masyarakat yang rendah dan juga dampak dari perkembangan teknologi. Dari enam PKL Kaset CD dan DVD saat ini hanya tersisa satu lapak PKL lagi.

“Dulu banyak langganan saya, namun saat ini mereka jarang mampir ke lapak. Mungkin karna uang susah dicari dan kemajuan teknologi sehingga masyarakat sudah tidak butuh lagi kaset-kaset. Makanya, teman-teman saya sudah banyak yang gulung tikar alias bangkrut,” kata dia.

Baca juga:  Acungkan Pistol, Dua Anggota XTC Di Ciduk Polisi di Palabuhanratu

Lanjutnya, saya berharap masa keemasan saat berdagang kaset bisa dirasakan kembali, agar bisa memenuhi kebutuhan keluarga dirumah. Namun hal itu saat tidak mungkin dengan melihat kemajuan jaman saat ini.

Senada juga disampaikan oleh Dede (45) PKL yang biasa berdagang di area tersebut. Dede dulu nya adalah seorang pebisnis di bidang jual beli elektronik. Namun karena dampak Pandemi Covid-19 ia terpaksa banting setir berjualan kopi dilapak yang ditinggal oleh PKL kaset. Itu dia lakukan sekedar bertahan hidup dalam menafkahkan keluarga.

Baca juga:  PWI Minta Usut Tuntas Kekerasan Terhadap Wartawan di Sukabumi

“Dulu tempat yang saya tempati ini adalah bekas pedagang Kaset. Mereka sudah lama bangkrut dan banting setir mencari usaha lain,” kata, Bapak tiga anak ini.

Lanjutnya, Dede dan rekan PKL lain hanya hanya bisa pasrah, apalagi mengingat kebutuhan keluarga saat ini semua serba mahal. Sementara untuk pendapatan yang mereka dapat sangat minim sekali.

“Saya hanya berharap keadaan kembali normal dan bisa membiayai kebutuhan keluarga. Ya sambil mencari peluang usaha lain,” pungkasnya.

Pos terkait