Ngeri, Pelemparan Batu Teror Bus AKDP di Cianjur

Lingkarpena.id, SUKABUMI – Bus Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP) Hiba Prima jurusan Sukabumi – Bandung mendapatkan teror pelemparan batu saat melintas di wilayah Sambolo Kabupaten Cianjur. Bahkan, teror itu sudah dua kali terjadi dalam satu bulan ini.

Sopir bus Hiba Prima, Wawan mengatakan, teror bus itu telah terjadi dua kali. Terakhir, kata dia, kemarin Minggu (25/10/2020) sekitar pukul 04.00 WIB dini hari.

“Bus saat itu melaju dari Bandung ke Sukabumi. Di tengah perjalanan, tepatnya di Sambolo Cianjur ada yang melempar batu ke arah saya, sehingga kaca nyaris pecah dan retak-retak,” ujar Wawan kepada Lingkarpena.id, Senin (26/10//2020).

Baca juga:  ABK Nelayan Meninggal Saat Perjalanan Pulang Melaut, Ini Kata Kasatpol Air Polres Sukabumi

Baca juga: Gratis Tiga Bulan, BRT dan Bus Wisata Dilaunching Besok

Baca juga: Heboh, Penumpang Damri Palabuhanratu Ditemukan Meninggal Dunia

Wawan menyebut, pelaku menggunakan motor dan berboncengan. Namun, tidak begitu jelas mengunakan jenis motor apa. “Pelakunya searah dengan bus, tiba-tiba saja melempar batu itu. Otomatis saya berhenti mendadak,” kata Wawan.

Baca juga:  Dua Ormas Bentrokan di Sukalarang Cianjur Diundang Kapolres Kota, Ini Empat Poin yang Disepakati

Ia mengaku sudah melaporkan kejadian tersebut ke pihak Polsek Karang Tengah, Kabupaten Cianjur. “Kami berharap kejadian ini bisa diungkap dan pelakunya ditangkap. Sebab, bisa menyebabkan kecelakaan, kenyamanan, dan keselamatan penumpang,” harapnya.

Sementara itu, Pengurus Hiba Prima, Mulyana menegaskan, agar aparat kepolisian segera mengusut pelaku teror pelemparan batu ke bus Hiba Prima. Apalagi, teror itu bukan yang pertama kali terjadi.

Baca juga: Dishub Ungkap Alasan Setahun BRT Sukabumi Tak Beroperasi

Baca juga:  Karang Taruna Sudajayahillir Tebar 200 Masker di Terminal Type A Kota Sukabumi

Baca juga: PSBB Lagi, Penumpang Terminal KH A Sanusi Ke Jakarta Turun Drastis

“Jika dibiarkan, khawatir akan kembali terjadi. Akibatnya, selain keseamatan dapat merugikan pihak perusahaan dan para sopir, apalagi di masa pandemi Covid-19 ini,” tegasnya.

Mulyana juga mengingatkan kepada semua pengurus bus agar terus berkoordinasi dan komunikasi serta memantau perjalan bus. “Kami ingin aman dan nyaman. Jangan sampai ada korban lagi,” tandasnya.

Reporter : Aris
Redaktur : Garis Nurbogarullah

Pos terkait