LINGKARPENA.ID I Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Sukabumi, isi momen Hari Internasional Pengurangan Resiko Bencana bersama Forum PRB melakukan aksi Mitigasi Bencana Aliran Air Sungai.
Dalam event tersebut di pusatkan di aliran sungai Cisuda seputar kawasan jembatan merah tepatnya di Kelurahan Jayaraksa, Kecamatan Baros, Kota Sukabumi. Dengan di pilihnya venue ini karena tidak terlepas dari tingginya frekuensi kejadian luapan air yang menghantui warga akan banjir di spot ini, Manakala hujan tempat ini selalu menjadi sorotan bahkan pernah menelan korban jiwa saat 17 Februari 2022 waktu lalu banjir merendam ratusan rumah warga.
Kepala Laksana BPBD Kota Sukabumi, Imran Wardhani mengatakan bahwa rangkaian berbagai aksi mitigasi ini diawali dengan pembersihan aliran sungai, pembersihan kotoran dan sampah yang menyumbat, konservasi tanaman dan pohon yang menjaga longsor, untuk melancarkan kanal sungai hingga penataan bentangan sungai agar lebih asri dan ramah dipandang. Termasuk dipasangkan karung dan Bronjong untuk menghindari luapan air dan geseran tanah dari mobilitas kendaraan yang melintas.
“Aksi nyata ini diharapkan meningkatnya kesadaran, kemitraan antara pemerintah lembaga usaha dan masyarakat dalam pembangunan yang berkesinambungan dan berbasis PRB, meningkatnya komitmen bersama aksi nyata pelaku lembaga usaha dan masyarakat dalam PRB,” kata Imran dalam keterangan kepada wartawan, Kamis (13/10 /2022).
Selain itu sambung dia, Pak Wali Kota Sukabumi juga mengajak semua instansi di lingkungan Pemerintah Kota Sukabumi ikut ambil bagian dalam aksi PRB di instansi masing-masing dengan wujud pelatihan lokakarya, seminar simulasi Komunikasi Informasi Bencana hingga mitigasi riil bahaya di sekitar.
“Peringatan Bulan Pengurangan Risiko Bencana Tahun 2022 yang jatuh dibulan Oktober ini merupakan sarana untuk memperkuat pemahaman pemerintah, lembaga usaha dan masyarakat terhadap aktivitas PRB sebagai investasi untuk ketangguhan. Secara umum, peringatan ini bertujuan untuk membangun kesadaran bersama, membangun dialog dan mengembangkan jejaring antar pelaku PRB serta dapat dijadikan ajang pembelajaran bersama bagi pelaku PRB seluruh Indonesia,” bebernya.
Seperti diketahui tambah Imran, Sejak Tahun 2009, Badan PBB UNISDR (United Nations International Strategy for Disaster Reduction) atau sekarang bernama UNDRR (United Nations for Disaster Risk Reduction) telah menetapkan tanggal 13 Oktober sebagai hari peringatan PRB Internasional (International Day for Disaster Risk Reduction).
“Hari Peringatan PRB ini menjadi pengingat bersama atas kemajuan-kemajuan, keberhasilan, capaian-capaian dalam mempertahankan ketangguhan dari dampak di Indonesia, Peringatan PRB telah menjadi agenda nasional yang dilaksanakan setiap tahun sejak tahun 2013 dan setiap bulan Oktober dinisbahkan sebagai bulan Bhakti pengurangan risiko bencana,” pungkasnya.
Turut hadir dalam kegiatan ini Dinas PSDA Jabar, BPBD Dishub, Satpol-PP, Damkar, PUTR dan komunitas seperti mulai Sehati, Faji, Tagana Rapi, PMI, TRC Gema Keadilan, ORARI, BKPB PP, DT Peduli, PLN, Pramuka Peduli, Banser, Sigab Persis dan lain lain yang tergabung dalam Forum PRB Kota Sukabumi hingga pihak RT RW, Kecamatan Baros, Kelurahan Jaya Raksa dan Limus Nunggal, TNI dan Polisi setempat tampak aktif dalam dalam kegiatan ini.






