LINGKARPENA.ID – Ada Geopark atau taman bumi Ciletuh dengan topografi berupa pegunungan, perbukitan, dataran rendah, teluk Ciletuh dan pesisir Samudra Hindia seluas 128 ribu hektar yang tersebar di delapan kecamatan di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.
Lain Geopark lain pula Cicadas Park. Meskipun Cicadas Park dapat dikatakan masih “bertetangga” dengan Geopark.
Cicadas Park terdapat di Kecamatan Lengkong, sedangkan Geopark Ciletuh sebagian areanya ada di Kecamatan Simpenan. Persis di sebelah barat Kecamatan Lengkong itulah wilayah Kecamatan Simpenan.
Cicadas Park tidak seluas Geopark Ciletuh. Namun demikian, view alamnya tak kalah menarik bahkan sangat instagramable juga.
Cicadas adalah salah satu kampung di Desa Cilangkap, Kecamatan Lengkong, Kabupaten Sukabumi. Kampung Cicadas memiliki view yang memesona, natural nan alami. Hamparan sekitar 20 hektar terasiring sawah dengan pemandangan bukit, dinding batuan cadas tinggi, keberadaan Curug Goong, Curug Awer, Curug Caralang, dan Curug Cirangon menjadikan Cicadas Park layak dikunjungi.
Akses menuju lokasi masih alami melewati kebun dan pesawahan dengan jalan yang masih koral dan terjal, naik-turun, diapit bukit dan perkebunan teh. Kira-kira 9 km saja jarak dari kantor Kecamatan Lengkong ke Cicadas Park.
Camat Kecamatan Lengkong Dedi Ruswandi mengakui keberadaan Cicadas Park menjadi salah satu ikon wisata di Kecamatan Lengkong.
“Kecamatan Lengkong wilayahnya lebih didominasi oleh perkebunan dan kehutanan dan keberadaan Cicadas Park dapat menjadi objek wisata alam yang layak dikembangkan,” ujar Dedi kepada Lingkarpena.id, Jumat (27/10).
Tepatnya, dari Puncak Kampung Cicadas tersebut nampak jelas pemandangan pantai Palabuhanratu dengan aktivitas perahu nelayan bagai lukisan alam yang tiada tara, ditambah formasi batuan jampang eksotis kian menambah keindahan.
Camat sebelumnya sempat mengajak para penggerak pariwisata dan pemerintah desa menata lokasi tersebut. Ketika beralih kepemimpinan yakni sekarang dijabat oleh Dedi Ruswandi, Cicadas Park masih diupayakan pengembangannya, menjadi pilot project sektor kepariwisataan ke depan.
Menurut Data Badan Pusat Statistik Kab.Sukabumi, secara geografis, letak wilayah Kecamatan Lengkong berbatasan dengan Kecamatan Jampangtengah di sebelah utara, Kecamatan Jampangkulon di sebelah selatan, Kecamatan Pabuaran di sebelah timur dan sebelah baratnya adalah Kecamatan Simpenan.
Luas wilayahnya tercatat sekitar 14304 Ha yang terdiri dari tanah sawah 550 Ha, sisanya ada lahan pemukiman atau daratan, are pertanian, industri dan perkebunan atau hutan.
Kecamatan Lengkong ini dapat ditempuh 53 km dari ibukota kabupaten, 149 km jarak dari ibukota provinsi atau Bandung, dan 172 km dari ibukota DKI Jakarta.
Secara administratif terbagi menjadi lima desa dengan jumlah penduduk sekitar 32775 orang, desa Langkapjaya 6,535 orang, Cilangkap 7,196 orang, desa Lengkong 5,804 orang, Tegallega 7,804 orang, dan Neglasari 6,027 orang.
Di bidang kesehatan terdapat satu unit Puskesmas, pustu 5 unit, tempat praktek dokter 2 unit dan 61 posyandu. Di bidang keagamaan ada sekitar 103 unit, bidang pendidikan terdapat 35 unit sekolah terdiri 20 SD, 3 SMP, 1 SMA, 1 SMK.
Selain bidang perkebunan dan kehutanan yang mendominasi, mayoritas masyarakat seperti pada umumnya masyarakat agraris yang akrab dengan kegiatan bercocok tanam, menanam padi sawah, komoditas palawija, ubi kayu, dll.
Ada sekitar 85 unit perusahaan industri di Kecamatan Lengkong dan yang terbesar adalah pabrik Bentonit PT.Clariant Adsorbents Indonesia di desa Neglasari.***






