LINGKARPENA.ID I Lilis Srimulyati (34) warga Kampung Pamengpeuk RT03/03 Desa Cijeudil, Kecamatan Cugeunang, Kabupaten Cianjur. Salah satu korban ceritakan Detik-Detik saat terjadinya gempa terjadi.
Kini Ibu satu anak ini harus mendapat perawatan intensif oleh RS Bhayangkara Setukpa Sukabumi lantaran luka lebam dibagian wajah, tiga jari tangan kiri nyaris putus akibat tertimpa puing reruntuhan gempa bumi berkekuatan Magnitudo 5,6 yang terpusat di Kabupaten Cianjur.
“Iya pada saat terjadinya gempa, Saya bersama anak waktu itu sedang berwudhu untuk melaksanakan ibadah shalat Dzuhur,” ungkap Lilis kepada LINGKARPENA.ID saat ditemui di RS Bhayangkara Setukpa Sukabumi.
Kemudian lanjut dia, lalu tiba-tiba terasa goyang yang cukup besar dan terdengar suara gemuruh bruuuak bangun rumah pun roboh dengan seketika.
“Saya pun tertimpa puing-puing bangunan rumah, jangankan berlari. Menghirup udara untuk bernafas pun susah karena pengeap dan berat tertimpa reruntuhan,” ucapnya sambil air matanya berlinang.
Meskipun demikian, pada saat kejadian itu ia berusaha berteriak sebisa mungkin untuk meminta pertolongan. Alhamdulilah, selang beberapa menit ia bersama anaknya selamat mendapat tertolong oleh Adiknya sendiri. Sementara sang suami bekerja di Jakarta tetapi pihak keluarga sudah memberikan kabar kepadanya.
“Akibat tertimpa puing-puing reruntuhan rumahnya, ketiga jari yakni jari jempo hampir putus. sedangkan jari manis dan jari telunjuk patah serta dari punggung tangan hingga punggung mengalami sobek harus dijahit, sementara anak saya Alhamdulillah tidak kenapa-kenapa,” bebernya.
Selain itu sambung Lilis, karena banyaknya korban gempa di Cianjur. selama 8 jam bagian yang terluka hanya dibersihkan alakadarnya dan diberikan infusan makamya dipindahkan ke RS Bhayangkara di Sukabumi, dan mendapat penanganan dan perawatan secara medis,” pungkasnya.






