Sukabumi Diguyur Hujan Deras: Picu Longsor di Dua Kecamatan, BPBD Imbau Warga Tingkatkan Kewaspadaan

FOTO: Rumah warga yang terdampak longsor di Kecamatan Kadudampit.[dok.p2bk]

LINGKARPENA.ID | Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Sukabumi pada Senin (13/4/2026) sore, memicu terjadinya bencana longsor di dua lokasi berbeda, yakni Kecamatan Kadudampit dan Kecamatan Nyalindung. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi melalui Pusdalops bergerak cepat melakukan asesmen dan penanganan awal di lapangan.

 

Di Kecamatan Kadudampit, kejadian longsor terjadi sekitar pukul 16.00 WIB di Kampung Salaawi, RT 28 RW 05, Desa Citamiang. Hujan deras menyebabkan pondasi rumah milik Cece Rahmat mengalami longsor, hingga mengakibatkan sebagian dinding dan atap rumah ikut ambruk terbawa material tanah.

 

Petugas P2BK Kecamatan Kadudampit segera turun ke lokasi untuk melakukan asesmen serta berkoordinasi dengan aparat desa, kecamatan, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Satpol PP, dan Tagana. Hingga saat ini, puing-puing longsoran masih berada di lokasi dan proses penanganan terus dilakukan. Sementara itu, kebutuhan mendesak yang dibutuhkan korban berupa material bangunan serta logistik dapur umum.

Baca juga:  Longsor Tutup Jalan Provinsi di Kecamatan Nyalindung Sukabumi, Lalulintas Lumpuh

 

Di lokasi terpisah, longsor juga terjadi di Kampung Pasirmunding, RT 01 RW 03, Desa Neglasari, Kecamatan Nyalindung sekitar pukul 16.30 WIB. Longsor dipicu hujan yang turun terus-menerus hingga menyebabkan rumpun bambu roboh dan menutup badan jalan kabupaten ruas Nyalindung–Gegerbitung.

 

Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun luka dalam kejadian tersebut. Warga bersama petugas gabungan bergerak cepat mengevakuasi material bambu yang menutup jalan, sehingga akses kendaraan roda dua dan roda empat kini sudah kembali normal. Meski demikian, potensi longsor susulan masih mengancam seiring kondisi tanah yang labil dan cuaca yang masih gerimis.

Baca juga:  Pria Terlindas Tronton di Cisaat Sukabumi Meninggal di Tempat

 

Koordinator Lapangan Pusdalops BPBD Kabupaten Sukabumi, Daeng Sutisna, mengungkapkan bahwa kedua kejadian tersebut merupakan dampak langsung dari tingginya curah hujan yang terjadi dalam beberapa hari terakhir.

 

“Kami mengimbau masyarakat, khususnya yang berada di wilayah rawan longsor, agar tetap waspada. Jika terjadi hujan dengan intensitas tinggi dalam waktu lama, sebaiknya segera mengantisipasi dengan menjauhi area tebing atau lereng yang berpotensi longsor,” ujarnya.

Baca juga:  Hujan Deras Picu Longsor dan Banjir Bandang di Nyalindung, Enam RT Terisolir dan Puluhan Jembatan Rusak

 

Ia juga menambahkan bahwa BPBD bersama unsur terkait akan terus melakukan pemantauan serta siap memberikan penanganan lanjutan apabila terjadi perkembangan di lapangan.

 

“Kami terus berkoordinasi dengan pemerintah desa, relawan, dan unsur terkait lainnya. Penanganan awal sudah dilakukan, dan kami akan terus memutakhirkan data sesuai kondisi di lapangan,” tambahnya.

 

BPBD Kabupaten Sukabumi memastikan bahwa laporan yang diterima saat ini masih bersifat sementara dan akan diperbarui seiring perkembangan situasi. Masyarakat pun diimbau untuk segera melaporkan jika menemukan potensi bencana di lingkungannya.

 

Salam Tangguh, Salam Kemanusiaan.

Pos terkait