Terminal Tipe A KH A Sanusi Sepi, Ini Penjelasan Kater

Lingkarpena.id, SUKABUMI – Sejak diresmikan pada Oktober 2016 silam, kondisi Terminal Tipe A KH Ahmad Sanusi Kota Sukabumi selalu tampak sepi. Terlebih jika dibandingkan dengan kondisi terminal lama di Jalan Jenderal Sudirman.

Kepala Terminal (Kater) Tipe A KH Ahmad Sanusi, Yukky Rahmat Yunus mengungkapkan, terdapat beberapa faktor yang menyebabkan terminal terlihat sepi tidak seramai terminal lama. Pertama, di terminal sekarang diterapkan pemeriksaan ketat mengenai perlengkapan bus.

“Di sini, hanya bus memenuhi standar yang diperbolehkan masuk terminal. Seperti harus memiliki KIR dan STNK (Surat Tanda Nomor Kendaraan). Sementara di terminal lama dibebaskan,” ungkap Yukky kepada lingkarpena.id.

Baca juga: Kater Minta Pemda Integrasikan Angkot ke Terminal Tipe A KH A Sanusi

Baca juga:  Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi Sampaikan Ucapan Idul Fitri 1447 H, Soroti Capaian Sektor Pertanian

Ia menjelaskan, terminal lama masih di bawah kewenangan pemerintah daerah. Sehingga masih ada Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari setiap bus yang masuk. Sementara terminal sekarang tidak ada pungutan sama sekali, karena langsung di bawah Kementerian Perhubungan (Kemenhub).

Selanjutnya, kata dia, ada pengurangan jumlah bus yang beroperasi setelah melewati uji kelayakan. Bus awalnya sebanyak 650 unit, setelah diuji kelayakan menjadi 250 unit.

Baca juga:  Gandeng Dinas Kesehatan, Ini yang Dilakukan Polisi di Terminal Bus Kota Sukabumi

“Ada bus yang karoserinya tidak ada rem tangan, kita tetap tidak masukan ke dalam terminal. Kita tidak mau mengambil resiko jika terjadi sesuatu atau kecelakaan, tetap kita yang kena,” ungkapnya.

Baca juga: Mubazir, Eks Lahan Terminal Sudiman Dibiarkan Terbengkalai

Perbedaan luasan terminal juga, lanjut Yukky, menjadi salah satu faktor. Misal di terminal lama hanya seluas 1 hektar, sementara terminal baru seluas 5 hektar lebih.

Namun begitu, angkutan perkotaan (angkot) yang belum terintegrasi ke Terminal Tipe A KH Ahmad Sanusi bisa dibilang menjadi faktor paling berpengaruh.

Baca juga:  H-3 Lebaran, Angkutan Elf Sukabumi - Pajampangan Sepi Penumpang

Baca juga: Jadi Terminal Siluman, Jalan Depan PSM Palabuhanratu Semrawut

Ditambah lokasi terminal baru ini juga berdekatan dengan terminal tipe C Lembursitu, Baros, dan Jubleg. Sehingga membuat calon penumpang lebih memilih menunggu di jalan dibandingkan harus ke terminal, karena sedikitnya angkot yang melintas ke terminal.

“Kami berharap kepada pemerintah daerah dan dinas perhubungan untuk mengintegrasikan angkutan perkotaan ke dalam terminal tipe A ini,” harapnya.

Reporter : Faisal Munawar
Redaktur : Alan

Pos terkait