Menjaga Kelestarian Sidat, Disperkan Tebar Bibit di Sungai Citarik

Ratusan benih sidat dilepas di sungai Citarik.| ist

LINGKARPENA.ID | Dalam upaya terus mengenalkan ikan Sidat kepada masyarakat sebagai ikan migrasi dan ekosistem sungai sebagai habitat dan jalur migrasinya, Dinas Perikanan Kabupaten Sukabumi gelar sarasehan masyarakat limnologi Indonesia di ruang pertemuan Caldera Adventure di Kecamatan Cikidang Kabupaten Sukabumi.

Dalam kesempatan tersebut, Dinas Perikanan bekerja sama dengan Pusat Penelitian Limnologi dan Sumber Daya Perairan – BRIN memberikan sosialisasi dan diskusi bersama masyarakat Cikidang.

Nunung Nurhayati Kepala Dinas Perikanan mengatakan, kegiatan saresehan masyarakat limnologi Indonesia dilaksanakan rangka memperingati World Fish Migration Day (WFMD) 2023, di dalam diskusinya bertujuan berbagi informasi kepada masyarakat sebagai upaya menciptakan jejaring antara komunitas yang tertarik pada ekosistem perairan darat.

Baca juga:  Dinas Perikanan Kembangkan Ikan Sidat di Wilayah CPUGGp

“Dalam pemberian materi itu diberikan pemahaman agar masyarakat dapat menumbuhkan kesadaran akan pentingnya menjaga lingkungan perairan darat agar tetap lestari,” ujar Nunung kepada wartawan Jumat, (2/6/2023).

Dijelaskan Nunung, masyarakat Limnologi Indonesia sendiri merupakan organisasi profesi yang dalam kegiatannya melibatkan anggota dari berbagai latar belakang mulai dari peneliti, pengajar, maupun pemerhati di bidang perairan darat (limnologi) di wilayah NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia).

“Jadi kegiatannya kemarin, dihadiri juga kepala pusat riset limnologi dan sumber daya Air, BRIN, Dr. Hidayat,” jelasnya.

Baca juga:  Bupati Sidak Polemik Tarif Parkir RSUD Palabuhanratu

Masih kata Nunung, selain pembahasan diskusi diatas, selanjutnya diberikan juga materi mengenai tagging ikan dan pelepasan (restocking) ikan sidat, karena materi tersebut sebagai bekal dasar untuk melakukan ketelusuran ikan yang di restocking, sementara taging sendiri bertujuan untuk mengetahui pola migrasi ikan, pertumbuhan, kelimpahan dan tingkat kehidupan ikan yang di lepasliarkan.

“Jadi dilakukan praktek teknik tagging ikan sidat dulu sebelum dilepas liarkan, para peserta turun langsung untuk membius ikan, melakukan pengukuran panjang dan berat, sekaligus pencatatan,” bebernya.

“Kemarin kami bersama-sama melakukan pelepasliaran ikan Sidat sebanyak 300 ekor dengan ukuran 100-200 gram di sungai Citarik,” imbuhnya.

Baca juga:  Hakli Kabupaten Sukabumi, Ajak Masyarakat Kampanyekan CTPS

Nunung menegaskan, upaya yang dilakukan tersebut dalam rangka meningkatkan produksi perikanan semaksimal mungkin di Kabupaten Sukabumi untuk mendukung program IMAH (Ikan Masuk Rumah) yang sedang di galakkan sebagai salah satu terobosan agar angka konsumsi ikan masyarakat meningkat.

“Nah harapan saya setelah kegiatan ini terjadi sinkronisasi semua stakeholder dalam upaya menjaga kelestarian sidat di alam, sehingga ketersediaan stoknya terjaga dan dapat memberikan nilai tambah bagi masyarakat melalui program budidaya dan pengembangan usaha olahan ikan,” ucapnya.

Pos terkait