Bupati Sidak Polemik Tarif Parkir RSUD Palabuhanratu

Bupati Sukabumi H. Asep Japar, saat melakukan sidak (inspeksi mendadak) di lahan Parkir RS Palabuhanratu, Senin (11/5).[Foto: dok.ist].

LINGKARPENA.ID | Kunjungan mendadak Bupati Sukabumi, Asep Japar, ke RSUD Palabuhanratu memantik perhatian luas publik. Aksi inspeksi pada Senin (11/5) tersebut dilakukan menyusul banyaknya keluhan masyarakat terkait mahalnya biaya parkir di area rumah sakit milik pemerintah daerah ini.

 

Dalam rekaman video yang beredar, suasana sidak berlangsung cukup dinamis. Sejumlah keluarga pasien secara langsung menyampaikan keluhannya kepada bupati. Salah satunya datang dari seorang ibu yang mengaku dikenai tarif parkir sepeda motor hingga Rp35 ribu untuk durasi sekitar enam jam.

 

“Kami cuma beberapa jam di sini, tapi bayarnya sampai segitu. Rasanya berat sekali,” ungkapnya di hadapan bupati.

Baca juga:  Kemenkes RI Anugerahi Pemkab Sukabumi Sertifikat Eliminasi Malaria

 

Tingginya tarif tersebut disebut-sebut menjadi pemicu munculnya parkir liar di sekitar kawasan rumah sakit. Banyak pengendara memilih memarkirkan kendaraannya di bahu jalan untuk menghindari biaya resmi yang dinilai terlalu mahal. Akibatnya, ratusan sepeda motor terlihat berderet memanjang di luar area parkir, mengganggu arus lalu lintas.

 

Menanggapi keluhan tersebut, Bupati Asep Japar langsung meminta penjelasan dari pihak pengelola parkir. Perwakilan pengelola menyampaikan bahwa sebenarnya telah tersedia skema tarif khusus bagi keluarga pasien rawat inap, yakni Rp10 ribu per 24 jam untuk motor dan Rp15 ribu untuk mobil.

Baca juga:  Bupati Sukabumi Hadiri Wisuda 186 Mahasiswa STISIP Widyapuri Mandiri

 

“Kami sudah siapkan tarif flat harian, bahkan ada kebijakan gratis bagi yang benar-benar tidak mampu,” jelas perwakilan pengelola.

 

Namun, penjelasan itu tidak sepenuhnya diterima. Bupati menilai kebijakan tersebut tidak akan efektif tanpa sosialisasi yang jelas kepada masyarakat.

 

“Kalau memang ada program keringanan, masyarakat harus tahu. Jangan sampai mereka tetap merasa terbebani karena tidak ada informasi yang transparan,” tegas Asep Japar.

 

Ia pun menegaskan agar tarif parkir segera disesuaikan sehingga tidak memberatkan warga, terutama bagi keluarga pasien yang tengah menghadapi situasi sulit.

Baca juga:  Hujan Deras, Rumah di Cibadak Sukabumi Ambruk

 

“Saya minta tarifnya diturunkan. Jangan sampai fasilitas publik justru jadi beban tambahan. Kalau ada yang tidak mampu, gratiskan,” ujarnya.

 

Selain soal tarif, Bupati juga menyoroti maraknya parkir liar di luar area rumah sakit. Ia menginstruksikan dinas terkait untuk segera mengambil tindakan tegas.

 

“Tidak boleh ada parkir di bahu jalan. Saya sudah minta Dinas Perhubungan dan Satpol PP untuk menertibkan dan melakukan pengawasan,” pungkasnya.

Pos terkait