LINGKARPENA.ID | Pemerintah Kabupaten Sukabumi terus mengakselerasi langkah untuk meraih kembali penghargaan Swasti Saba Wistara dalam program Kabupaten/Kota Sehat (KKS) tahun 2026. Komitmen tersebut ditegaskan Sekretaris Daerah Kabupaten Sukabumi, Ade Suryaman, saat memimpin rapat koordinasi KKS yang digelar secara hybrid dan dipusatkan di Pendopo, Selasa (12/5/2026).
Dalam arahannya, Sekda menekankan pentingnya kerja kolektif seluruh perangkat daerah. Ia menyebut, keberhasilan meraih predikat tertinggi dalam KKS tidak bisa dicapai secara parsial, melainkan membutuhkan kolaborasi yang kuat dan terintegrasi.
“Sejak 2015 tren capaian kita terus menunjukkan peningkatan. Ini menjadi modal penting. Sekarang saatnya kita bangkit bersama untuk mengembalikan prestasi Swasti Saba Wistara,” tegasnya.
Ade menambahkan, kunci utama keberhasilan terletak pada sinergi lintas sektor yang berjalan efektif, dengan Forum Silaturahmi Kabupaten Sukabumi Sehat (FSKSS) sebagai penggerak utama di lapangan.
“Kolaborasi dan sinergi antar perangkat daerah harus diperkuat. Sembilan tatanan KKS harus segera dituntaskan, termasuk penginputan data berbasis aplikasi. Semua harus bergerak cepat dan selaras,” ujarnya.
Sementara itu, Sekretaris FSKSS, Ajat Jatnika, mengungkapkan bahwa rapat koordinasi kali ini difokuskan pada tiga agenda strategis guna mempercepat kesiapan daerah menghadapi penilaian KKS 2026.
“Pertama, memperbarui pemahaman terkait regulasi dan indikator tatanan KKS 2026. Kedua, optimalisasi penginputan data yang kini berbasis digital. Ketiga, penataan masa transisi kepengurusan FSKSS di tingkat kecamatan hingga desa,” jelasnya.
Ajat menilai, capaian Kabupaten Sukabumi pada periode sebelumnya harus menjadi motivasi untuk melangkah lebih jauh. Ia mengajak seluruh elemen untuk kembali menyatukan langkah demi meraih prestasi tertinggi.
“Keberhasilan sebelumnya adalah fondasi. Mari kita bangkit, perkuat komitmen, dan bersama-sama meraih kembali Swasti Saba Wistara,” pungkasnya.






