Ribuan Warga Sukabumi, Kecam Zionis Israel Atas Tragedi Muslim Palestina

Ribuan warga kota Sukabumi saat menggelar doa bersama untuk Muslim Palestina di Lapang Merdeka Kota Sukabumi.| Foto: Azis Ramdhani

LINGKARPENA.ID | Ribuan Masyarakat Sukabumi menggelar aksi Peduli Palestina di Lapangan Merdeka, Kota Sukabumi, dalam aksinya mereka mengecam pemerintah Zionis Israel atas tragedi kemanusiaan atas pembantaian Muslim Palestina yang meninggal dunia.

Koordinator Lapangan Aksi Solidaritas Sukabumi peduli Palestina, Fathur Rahman mengatakan, tuntutan aksi solidaritas ini sebagai wujud kepedulian dan meminta pemerintah Indonesia agar terus berkomunikasi dan berdiplomasi dengan Dewan Keamanan PBB.

Baca juga:  Inilah 7 Program Unggulan Polres Sukabumi Kota Menuju WBK WBBM

Selain itu, aksi ini dilakukan agar Dewan Keamanan PBB bisa mengadili daripada Zionis Israel dalam kejahatan perang.

“Kepada masyarakat Sukabumi yuk kita berikan kontribusi kepada warga Palestina. Sehingga kita tak hanya menyampaikan aspirasi saja, tapi bisa mengadakan, menggalang dana untuk disalurkan kepada warga Palestina,” kata Fathir Rahman kepada wartawan, Jumat (20/10/2023).

Lanjut dia, pihaknya juga berharap Dewan Keamanan PBB terus berupaya untuk menghentikan peperangan dan kejahatan yang dilakukan oleh Zionis Israel yang sifatnya sudah sangat berbahaya. Pasalnya, masyarakat Palestina yang tidak berdosa itu akan terus menjadi korban.

Baca juga:  Ribuan Massa Cipayung Plus di Kota Sukabumi Turun Ke Jalan, Ini 11 Tuntutan yang Disuarakan

“Kalau saat ini kita melakukan langkah awal ya, kalau memang masih berjalan di bumi Palestina, tentunya kita akan upaya, kita akan aksi lagi, lebih besar lagi,” bebernya.

Tak hanya sambung dia, pihaknya juga akan terus berupaya dalam hal ini berdoa, dan melakukan penggalangan dana untuk masyarakat Palestina, sehingga hal ini merupakan bentuk kepedulian kemanusiaan.

Baca juga:  PD Pemuda Muhammadiyah: Pemkot Sukabumi Tolak Halus Penggunaan Lapang Merdeka untuk Shalat Idulfitri

“Tentunya di sini kita tidak melihat daripada satu agama saja, tapi semua lintas agama kita undang, karena apapun juga di sini kemanusiaan itu yang paling intinya,” pungkasnya.

Pos terkait