LINGKARPENA.ID | Pemerintah Desa Caringin Nunggal, Kecamatan Waluran, Kabupaten Sukabumi, berkolaborasi dengan Yayasan Jampang Peduli JAMPE serta JAGA (Jakarta Ambassador Golfer Association ), membangun jembatan gantung yang terletak di Kampung Cukangbayur RT/RW 03/06 kadusunan 3 tonjong desa Caringinnunggal Kecamatam Waluran.
Jembatan tersebut merupakan akses penghubung antara Desa Caringin Nunggal, Kecamatan Waluran dengan Desa Sirnasari, Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi.
Di lokasi tersebut sebelumnya telah dibangun jembatan gantung namun kondisinya sudah tidak layak pakai. Karena dianggap penting, Pemerintah Desa Caringin Nunggal mencari cari bagaimana pembangunan akses tersebut terlaksana tanpa menggunakan Anggara desa.
“Alhamdulilah bisa terlaksana. Perjuangan kami tidak sia sia. Ini perjalannya panjang, mulai dari pengajuan , kedatangan tim survey hingga pelaksanaan, cukup lama lah,” ujar Kepala Desa Caringin Nunggal, H. Neji, biasa akrab di sapa Kades Ewok.
Sambung dia, fungsi jembatan tersebut sangat vital. Karena itu merupakan jalan alternatif menuju ke Kecamatan Surade dan Jampangkulon. Selain itu, jembatan yang dibangun dari bantuan Kementerian Luar Negeri ini dipergunakan untuk akses pendidikan, kesehatan, dan pertanian serta akan berdampak pada peningkatan ekonomi warga di kedua desa.
“Ini merupakan akses terdekat menuju Rumah Sakit Jampangkulon. Warga yang akan berobat ke RSUD Jampangkulon jika melalui jalan Surade akan menempuh jarak 25 kilo meter. Tetapi jika melalui akses jembatan tersebut hanya 13 kilo meter,” lanjut Ewok.

Sementara Kepala Desa Sirnasari, Kecamatan Surade, Miftah, atas nama pemerintah desa dan warganya sangat berterima kasih dengan dibangunya jembatan tersebut.
“Kami dan warga Desa Sirnasari sangat berterima kasih. Ini setidaknya sangat membantu, sebab ada warga kami yang menggunakan jembatan tersebut dalam beraktivitas, terutama petani yang memiliki lahan pertanian di Desa Caringin Nunggal,” ujar Miftah.
Camat Waluran, Kabupaten Sukabumi, Supendi,S.ip M.Si , mengapresiasi pembangunan jembatan tersebut. Dirinya berterima kasih kepada Kepala Desa Caringin Nunggal yang telah melakukan terobosan positif dibidang pembangunan. Dan kata dia, apa yang dilakukan kepala desa tersebut diharapkan menjadi motivasi bagi kelapa desa lainnya.
“Saya mengapresiasi upaya yang dilakukan pa Kades Neji. Semoga ini menjadi motivasi untuk para kades lainnya. Jadi untuk melakukan pembangunan di desa banyak caranya, jangan terpaku dan menunggu anggaran dana desa saja. Intinya harus komunikatif dan mau silaturahmi,” kata Supendi kepada lingkar pena.id, Selasa (27/8/2024)
Lebih lanjut kata dia, dengan adanya jembatan tersebut diharapkan akan adanya geliat perekonomian masyarakat sekitar, sehingga pada gilirannya akan terwujudnya kesejahteraan masyarakat, sesuai visi misi Kabupaten Sukabumi yang religius, maju dan inovatif menuju masyarakat sejahtera lahir dan batin.
“Sekali lagi kami berterima kasih dan mengapresiasi pada langkah inovatif yang dilakukan Kepala desa Caringin Nunggal. Ini hebat, lunas PBB nya juga nomor satu,” singkat Supendi, Camat Waluran yang menggaungkan jargon Waluran Berkah ini.
Igoy salah seorang pengurus Yayasan Jampe menuturkan, pembangunan jembatan gantung ini pelaksanaanya akan dikerjakan dengan optimal setelah tim dari Yayasan Jampe usai merampungkan pengerjaan jembatan gantung yang di Kecamatan Lengkong, Kabupaten Sukabumi.
“Pengerjaannya akan kami lakukan setelah tim kami usai merampungkan pengerjaan jembatan gantung yang di Kecamatan Lengkong, yang viral itu,” ujarnyanya.
Kedepannya Igoy mengharapkan ada perhatian besar dari pemerintah daerah untuk dibangunkan jembatan yang dapat dilintasi kendaraan roda 4, sebab akses jalannya sudah dibuatkan oleh kedua desa.






