Miris Beredar Video Memperlihatkan Kondisi Sekolah yang Tidak Layak Pakai di Sukabumi

FOTO: Beginilah penampakkan Sekolah Dasar Negeri SDN PC Cimanggah yang berlokasi di Desa Cimahpar Kecamatan Kalibunder Sukabumi, kondisinya sangat tidak layak pakai.| [tangkapan layar video]

LINGKARPENA.ID | Terlihat potret yang sangat miris salah satu bangunan Sekolah Dasar Negri di Kecamatam Kalibunder yang tersebar melalui tayangan video lewat Whatsapp yang kini menjadi pusat perhatian berbagai kalangan.

Diketahui sekolah tersebut bernama SDN PC Manggah, Desa Cimahpar Kecamatan Kalibunder yang dihuni kurang lebih 100 siswa. Terlihat dari tayangan video bangunan dan fasilitasnya sangat menghawatirkan. Bangunan sekolah perlu pembaharuan mulai dari sarana dan prasarana.

Cep Wahyu Bahrul Ulum salah satu pemuda pemerhati pendidikan yang berdomisili di Kecamatan Kalibunder membenarkan adanya video tersebut.

Baca juga:  Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi Tanggapi Soal Ambruknya SMPN 6 Kalibunder

“Saya sangat prihatin melihat kondisi sarana prasarana SDN PC Manggah Cimahpar Kalibunder ini. Ya mulai dari bangunan, mebeler juga MCK nya. Sekolah itu tidak memiliki sarana air bersih. Jelas hal ini tentunya akan mengurangi akreditasi,” terang Wahyu, Senin (28/10/24.

Selain itu,kata dia, melihat atap sekolah kondisinya sudah ada tanda-tanda mau roboh. “Beberapa waktu lalu kami dengan Kepala sekolah sudah sempat ngobrol. Informasi terakhir sudah di ajukan pada skala prioritas tahun 2025. Namun belum ada penjelasan apakah pihak sapras sudah turun apa belum,” jelasnya.

Baca juga:  Warga Gunungpuyuh Laporkan Dugaan Kasus "Bullying" Siswa SD ke Polres Sukabumi Kota

” Ya harapan kami kepada Pemerintah Daerah (Pemda) hususnya Dinas Pendidikan supaya bisa menentukan mana skala prioritas mana yang tidak,” sambungnya.

“Sejatinya pihak disdik bisa membentuk tim tiap wilayah untuk bisa monitiring atau melakukan chek and richek memastikan fakta sebenarnya. Iya jangan sampai sekolah masih layak terus mendapatkan bantuan bisa melalui online atau offline. Maksud kami program supaya tepat sasaran dan ada pemerataan pembangunan,” tambahnya.

Baca juga:  BJI Sukabumi: Islah Guru vs Kades Terkesan Dipaksakan

Sementara itu, pihak Disdik saat di konfirmasi lingkarpena.id melalui aplikasi Whatsapp, Kasi Sapras (Sarana dan Prasarana) Deni Hermawan mengatakan, akan segera turun langsung dalam waktu dekat ini.

“Secepatnya kami meninjau lokasi dan insyaallah sekolah ini akan dimasukkan langsung pada skala program prioritas disdik,” singkatnya.

 

Pos terkait