LINGKARPENA.ID | Dua hari pasca ambruknya bangunan Aula SMP Negeri 06 Kalibunder, Kabupaten Sukabumi, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi, Eka Nandang Nugraha, terjun langsung ke lokasi, Kampung Cibinong Desa Mekarsari, Kecamatan Kalibunder, Kabupaten Sukabumi.
Di dampingi Camat Kalibunder Encep Iwan, Ketua PGRI Kalibunder, dan Kepala Desa Sekaraari, Nandang Eka Nugraha melihat langsung kondisi bangunan SMP Negeri 06 Kalibunder yang ambruk.
“Saya sudah melihat langsung kondisi bangunan SMP Negeri 06 Kalibunder. Insya Allah ini akan menjadi skala prioritas untuk dibangun tahun depan,” terang Nandang kepada awak media, Minggu (22/9).
Dikatakan Eka, ia mendapatkan informasi bahwa bangunan SMP Negeri 06 Kalibunder yang ambruk itu terdampak getaran gempa yang terjadi di Kabupaten Bandung.
Namun Eka tidak menampik jika kondisi bangunan tersebut sudah usang. Bangunan yang ambruk, kata dia, dulu fungsinya sebagai ruang rapat. Belakangan dikosongkan karena kondisi bangunan, terutama pada bagian atas sudah lapuk.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi ini berharap ambruknya atap bangunan aula sekolah ini tak menganggu kegiatan belajar mengajar. “Tentunya akan diperbaiki lagi, karena ruangan sangat dibutuhkan,” jelas ia kepada awak media.
Sementara itu kepala Sekolah SMPN 6 Kalibunder Muhammad Rosidi, SPd menjelaskan roboh nya satu gedung sekolah tersebut terjadi hari Rabu 18 september 2024, sekira pukul 15.30 WIB.
Dijelaskan Rosidi, ruangan kelas yang ambruk sudah lama tidak dipakai karena rusak berat. Kondisi kayu bangunan yang sudah lapuk serta dimakan rayap menjadi penyebab ambruknya gedung tersebut. “Selain kondisi bangunan nya sudah keropos ditambah ada getaran gempa,” ujar Rosidi.
Rosidi bersyukur atas kunjungan Kepala Dinas Pendidikan dan pemerintah Kecamatan Kalibunder serta ketua PGRI ke lokasi SMP Negeri 06, setidaknya itu akan menjadi perhatian serius dari dinas pendidikan.
“Alhamdulillah hari ini sudah ada kunjungan langsung dari Dinas Kabupaten Sukabumi, melihat secara langsung ke sekolah, mudah- mudahan ada lanjutan sekolah kami mendapat kan bantuan untuk bangunan gedung baru,” ujarnya.
Lebih lanjut kata dia, pihaknya berharap kondisi bangunan yang ambruk menjadi Skala prioritas untuk segera ditangani. Diakuinya SMP Negeri 06 Kalibunder memang kekurangan ruangan, karena yang sekarang dipakai untuk ruang guru, tata usaha dan ruang kepala sekolah.






