LINGKARPENA.ID | Gencarnya pemberitaan soal pembangunan saluran irigasi yang ambrol di Daerah Irigasi Bojonghaur Desa Kademangan, Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi, Kepala Desa Kademangan, Hendrik, buka suara.
Diakui Hendrik pasca jebolnya saluran irigasi tersebut pihaknya sudah berkoordinasi dengan pihak terkait termasuk pekerja. Untuk perbaikan irigasi itu beberapa material pun sudah dipersiapkan. Namun terkendala tenaga kerja yang ada, karena memasuki musim tanam sehingga banyak warga yang bertani.
“Saya tak menampik adanya saluran irigasi yang rusak seperti yang ramai diunggah di media sosial Facebook. Tapi perlu diketahui kerusakan itu akibat faktor alam, banjir. Kendati demikian saya bertanggungjawab untuk memperbaikinya,” papar Hendrik, kepada Lingkar Pena Jumat (15/11/2024).
Lanjut kata Hendrik lagi, sejak adanya laporan kerusakan saluran irigasi tersebut pihaknya langsung cek lokasi. Dan dihari itu juga pihaknya langsung mempersiapkan beberapa material seperti batu dan semen PC. Tapi karena sekarang memasuki musim tanam ia mengaku kesulitan mencari pekerja.
“Umumnya para pekerja di sini adalah petani penggarap. Jadi memasuki musim tanam mereka banyak yang bertani,” ujar Kades Kademangan ini.
Proyek tersebut merupakan Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) dengan pelaksana P3A Cikahuripan, sumber dana APBN Tahun 2024 sebesar Rp 195 juta.
Pada Selasa 5 November 2024 lalu, guyuran hujan dengan intensitas tinggi mengakibatkan saluran irigasi Bojonghaur di Desa Kademangan, Kecamatan Surade tergerus air.
“Terjadi kerusakan di dua titik. Masing masing sepanjang 2, 5 meter. Kendati rusak karena faktor alam tapi kami Pemdes siap bertanggungjawab,” pungkas Hendrik.






