Informasi Salah: Para Wisatawan Geopark Ciletuh Batalkan Kunjungan, Kenapa?

FOTO: Keindahan panorama Pantai Palangpang di Geopark Ciletuh Palabuhanratu Sukabumi.| dok: soul incubator

LINGKARPENA.ID | Sejumlah objek wisata di Pajampangan Kabupaten Sukabumi sepi pengunjung di saat libur natal 2024 dan Tahun Baru 2025.

Berdasarkan pantauan lingkar pena.id dilapangan, wisatawan belum ramai mengunjungi sejumlah lokasi wisata yang ada di wilayah Sukabumi Selatan.

Kondisi ini, tentunya dikeluhkan oleh semua pihak terutama yang mengandalkan kedatangan wisatawan sebagai omset di momen libur seperti saat ini.

Seperti halnya yang dialami oleh para pengelola home stay di objek wisata di Pantai Palangpang, Desa Ciwaru, Kecamatan Ciemas, yang termasuk kawasan wisata Geopark Ciletuh.

Diungkapkan oleh H. Eden salah satu penyedia jasa home stay, yang mengaku selama beberapa waktu terakhir ini jumlah kunjungan wisata ke kawasan Geopark Ciletuh sangat jauh berkurang.

Dirinya menjelaskan, hal ini disebabkan karena calon wisatawan masih terguncang akibat bencana longsor, banjir dan pergerakan tanah beberapa waktu lalu.

Baca juga:  Curug Bibijilan Nyalindung Sukabumi, Menawarkan Pesona Keindahan Air Terjun 7 Tingkat

“Enggak kaya tahun lewat ini, biasanya jelang empat hari itu sudah macet di sini. Tapi untuk tahun sekarang jauh berkurang,” ujar H. Eden, saat dihubungi lewat saluran telepon, Sabtu (28/12/2024).

Dirinya menjelaskan, akibat longsor yang terjadi pada tiga pekan lalu sangat memberikan dampak buruk bagi pariwisata. Dimana, dikatakannya dirinya beserta rekannya sesama penyedia home stay dan penginapan banyak menerima pembatalan bookingan.

Pantauan di objek wisata ini, terlihat pengunjung yang datang sangat jauh berkurang jika dibandingkan hari libur tahun sebelumnya.

Rusaknya sejumlah akses jalan menuju kawasan Geopark Ciletuh karena bencana kemarin menjadi salah satu penyebab sepinya calon wisatawan yang datang ke beberapa objek wisata di sana. Upaya untuk memulihkan kondisi pariwisata yang lesu, Pemda Kabupaten Sukabumi telah melakukan langkah langkah pemulihan, salah satunya dengan menggelar Ciletuh Geopark Festival pada 13 – 14 Desember 2024 lalu.

Baca juga:  Waduh, Disperkim Diduga Mark Up Anggaran Proyek Gerbang Geopark Ciletuh

Dikatakan H. Eden, sepinya calon wisatawan yang mengunjungi kawasan Geopark Ciletuh selain karena efek bencana kemarin juga diperparah dengan berhembusnya informasi tak benar yang diterima para calon wisatawan.

“Tamu saya kemarin sempat bilang katanya ia saat diperjalanan menuju Ciletuh dan bertanya kepada beberapa orang yang ditemuinya dijalan. ‘Mereka sempat bilang Ciletuh ditutup’. Karena itu banyak calon wisatawan yang balik arah, membatalkan perjalanannya,” kata H. Eden.

Dengan kondisi itu, kata H. Eden, ia mencoba mencari tahun kebenarannya. Hasil penelusuran dilapangan terbukti adanya. Di Pertigaan Kampung Loji, pertigaan menuju Kawasan Geopark Ciletuh, banyak calon wisatawan yang membatalkan kunjungannya ke Ciletuh lantaran menerima informasi salah dari pihak lain.

Baca juga:  Dispar Kabupaten Sukabumi Terus Genjot Kualitas SDM di Sektor Pariwisata

“Wisatawan yang akan berkunjung ke kawasan Geopark Ciletuh, saat di Pertigaan Loji mereka pasti bertanya soal kondisi jalan menuju Geopark. Rupanya orang yang ditanya tidak tahu perkembangan terbaru dan menyampaikan pada wisatawan itu bahwa kawasan Ciletuh ditutup,” jelas H. Eden.

Adanya fenomena itu sambung H. Eden dan yang lainnya berharap pihak terkait khusunya Pihak Kepolisian atau Dinas Perhubungan menempatkan petugas di titik titik startegis menuju kawasan objek wisata Geopark Ciletuh.

“Ya, agar mereka (para wisatawan) dapat menerima informasi yang valid, terapdate, tidak simpang siur. Padahal akses ke Ciletuh kan sudah bisa, ada jalur alternatif. Pastinya kalau petugas mengikuti setiap perkembangan informasi terkini,” pungkasnya.

Pos terkait