LINGKARPENA.ID | Pembangunan Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) berbasis teknologi Refuse Derived Fuel (RDF) di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Cimenteng, Kecamatan Cikembar, kini memasuki tahap uji coba.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sukabumi, Prasetyo, memastikan bahwa proyek ini berjalan sesuai rencana dan diharapkan dapat mengurangi volume sampah secara signifikan.
“Alhamdulillah, sarana dan prasarana sudah siap. Sekarang sedang uji coba, jika berjalan lancar, maka pelaksanaan proyek ini akan sesuai dengan perjanjian kerja sama antara Pemda dan PT SCG,” ujar Prasetyo.
Prasetyo menjelaskan bahwa uji coba ini bertujuan untuk memastikan efektivitas teknologi RDF dalam mengolah sampah yang ditampung di TPA Cimenteng. Dengan sistem ini, sampah akan diolah menjadi bahan bakar alternatif, sehingga dapat mengurangi jumlah sampah yang menumpuk.
“Kami berharap dengan adanya teknologi ini, volume sampah di TPA Cimenteng bisa berkurang secara signifikan. Kami juga terus mengupayakan pengurangan sampah dari hulu ke hilir agar pengelolaan sampah lebih optimal,” tambahnya.
Meski optimistis, Prasetyo mengakui bahwa salah satu tantangan terbesar dalam pengelolaan sampah adalah edukasi masyarakat. Menurutnya, idealnya hanya residu sampah yang masuk ke TPA, sementara sampah yang masih bisa dimanfaatkan seharusnya diolah sejak dari sumbernya.
“Sayangnya, kesadaran masyarakat masih kurang. Padahal, jika sejak awal dilakukan pemilahan, volume sampah yang harus dibuang ke TPA bisa jauh lebih sedikit,” jelasnya.
Ke depan, kata Prasetyo, DLH akan terus mengedukasi masyarakat agar lebih bijak dalam mengelola sampah. “Secara bertahap, kami akan berusaha meningkatkan kesadaran masyarakat agar bisa memilah dan memanfaatkan sampah sebelum membuangnya,” tandasnya.
Sebagai informasi, proyek RDF di TPA Cimenteng ini merupakan bagian dari program pengurangan sampah dan pencapaian target zero emission pada 2050. Proyek ini melibatkan kerja sama antara pemerintah daerah, PT Cahaya Yasa Cipta (CYC) Thailand, serta dukungan aktif dari PT SCG.
Pemerintah Kabupaten Sukabumi berharap teknologi RDF dapat menjadi solusi jangka panjang dalam menangani permasalahan sampah, sekaligus mendukung upaya pengurangan emisi karbon di masa depan.






