KDM Sangat Prihatin Atas Kondisi Bocah yang Meningal Dunia di Sukabumi

LINGKARPENA.ID | Tragedi meninggalnya bocah bernama Raya (3), asal Kampung Padangenyang, Desa Cianaga, Kecamatan Kabandungan, Kabupaten Sukabumi menyita perhatian publik, termasuk Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.

 

Dalam video berdurasi 2.22 detik, Kang Dedi Mulyadi menyampaikan keprihatinan dan bela sungkawa serta kekecewaannya atas kejadian itu.

 

“Saya menyampaikan prihatin dan rasa kecewa yang sangat dalam serta permohonan maaf atas meninggalnya seorang balita berusia 3 tahun, terlebih kondisi tubuhnya sudah dipenuhi cacing,” ucapnya.

 

Disampaikan Kang Dedi Mulyadi, terkait kejadian itu dirinya mencari tahu kondisi balita tersebut dengan menelpon dokter yang menanganinya.

Baca juga:  DPD BKPRMI Kabupaten Sukabumi Dilantik, Ini Kata Wabup Iyos

 

“Saya barusan sudah menelpon dokter yang menanganinya,” tambah KDM.

 

Berdasarkan keterangan dari dokter yang menanganinya, lanjut Kang Dedi, bahwa anak tersebut memiliki penyakit cacingan. Sementara ibu kandungnya mengalami gangguan kejiwaan atau ODGJ. Dan sang ayah bocah tersebut mengidap penyakit paru paru. Akibatnya Raya sering dirawat neneknya.

 

“Sejak balita anak tersebut terbiasa beraktivitas di kolong rumah bersatu dengan ayam dan kotoran, sehingga dimungkinkan dia seringkali tangannya tidak pernah dicuci. Kemudian mulutnya kemasukin cacing, sehingga menimbulkan cacingan yang akut,” jelas KDM.

Baca juga:  Mayat Pria Diduga Korban Bunuh Diri di Batu Panganten Ciracap Masih Evakuasi

 

Lanjut kata dia, “Saya menyampaikan rasa duka dan perhatian yang utama kepada ketua tim penggerak PKK, kepala desa, bidan desa, yang berada di Desa Cianaga, Kecamatan Kabandungan, kampung Padangenyang,” imbuhnya.

 

Atas kejadian ini Kang Dedi Mulyadi mengultimatum akan memberikan sanksi terhadap Desa Cianaga. Dia menyayangkan tidak jalannya fungsi PKK, fungsi pos yandu dan fungsi kebidanan di desa tersebut.

 

“Saya akan memberikan sanksi bagi desa tersebut, karena fungsi-fungsi pergerakan PKK tidak jalan, fungsi pos yandunya tidak berjalan, dan fungsi kebidanannya tidak berjalan,” tegasnya.

Baca juga:  Angin Kencang Hantam 5 Rumah di Sukabumi

 

Agar kejadian serupa tak terulang dikemudian hari, secara tegas KDM akan memberikan anksi kepada siapapun dan daerah manapun di Jawa Barat

yang terbukti tidak memberikan perhatian kepada masyarakat.

 

“Kami akan melakukan langkah-langkah penanganan pada keluarga tersebut, dan hari ini kami sudah mengirim tim untuk mengangkut seluruh keluarga tersebut untuk dirawat, karena menderita penyakit TBC,” tandsnya.

 

Kang Dedi Mulyadi menekankan agar seluruh aparat pemerintahan untuk senantiasa setiap hari melakukan cross-check terhadap yang terjadi di lingkungannya.

 

“Jangan abai, jangan ribut ketika peristiwanya terjadi,” pungkasnya.

Pos terkait