Panen Raya Pepaya California: Sinergi YBM BRILiaN, IPB dan Petani Lokal Bangun Ekonomi Desa Berkelanjutan

LINGKARPENA.ID | Panen raya Pepaya California Petani Desa Cidolog, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, menjadi saksi atas keberhasilan petani lokal dalam bidang pertanian komoditas buah pepaya. Suksesnya program ini hasil kolaborasi YBM BRILiaN bersama IPB University dengan menghadirkan model pemberdayaan ekonomi desa berbasis pertanian modern yang market driven dan berkelanjutan.

 

Program ini tidak hanya menghasilkan pepaya yang berkualitas tinggi, tetapi juga membangun ekosistem bisnis pertanian dari hulu hingga hilir. Total lahan budidaya Pepaya mencapai 3,8 hektar dan tersebar di tiga wilayah. Diantaranya 1,4 hektar di Kabupaten Ciamis, 1 hektar di Banjar dan 1,4 hektar di Kabupaten Indramayu.

 

Produksi Pepaya di Kabupaten Ciamis telah menembus 1,5–2 ton per minggu dengan potensi pendapatan petani Rp5,25–12,75 juta per bulan. Sementara di Kabupaten Banjar menghasilkan 1 ton per bulan dengan pendapatan Rp4–5 juta, dan Indramayu mencapai 1 ton per bulan dengan Rp1,8 juta.

Baca juga:  SBD Macan Manglayang Raih Juara Umum II di Pasanggiri Pencak Silat BUBAT CUP se-Jawa Barat 2026

 

Bahkan tidak lebih dari sekadar panen, keberhasilan program ini hasil dari pelatihan Good Agricultural Practices (GAP), penguatan kelembagaan petani, pengolahan limbah menjadi pupuk organik cair, serta pengembangan unit usaha sortasi, grading dan pengemasan. Produk pepaya binaan kini telah dipasarkan di pasar tradisional dan sudah masuk jaringan ritel modern Indomaret, bahkan membuka peluang ekspor.

 

“YBM BRILiaN hadir dari dana orang-orang baik di BRI. Tujuan kami adalah mendorong pertumbuhan nilai sosial dan ekonomi agar kemaslahatan umat bisa tercapai,” ujar Ahmad Daelami, selaku Manager Program YBM BRILiaN dalam keterangannya kepada wartawan, Kamis (25/9).

 

Selain dari YBM BRILiaN, dukungan juga datang dari mitra ritel. Anom Ari Wibowo, Microeconomic Manager PT Indomarco Prismatama (Indomaret), mengungkapkan, panen raya pepaya ini cukup mengejutkan. “Kami melihat pasar yang luas dan berharap produktivitas pepaya California binaan IPB Uneversity semakin meningkat,” singkat Anom Ari Wibowo.

Baca juga:  Pererat Silaturahmi, PWI Korwil II Gelar Trofeo Mini Soccer di Cianjur

 

Sementara itu, Angger Dwi Santoso, CEO Program YBM BRILiaN Komoditas Pepaya sekaligus pendamping lapang, menegaskan, keberhasilan ini adalah hasil nyata dari kerja sama multipihak: YBM BRILiaN, IPB University, Pemerintah Daerah, Indomaret, serta koperasi lokal.

 

“Panen raya ini bukan sekadar perayaan hasil pertanian, melainkan perayaan optimisme dan keyakinan bahwa petani mustahik bisa naik kelas, mandiri, dan mampu masuk pasar modern,” ujarnya.

 

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Pengembangan Masyarakat Agromaritim IPB University, Dr. Handian Purwawangsa, menyoroti kualitas pepaya Ciamis yang mendapat banyak apresiasi pasar. “Ciri khas pendampingan IPB adalah memastikan petani terhubung dengan pasar. Alhamdulillah, pepaya dari Ciamis ini sering mendapat pujian karena rasanya manis dan berbeda dengan pepaya dari luar Jawa. Kualitas ini sudah dipercaya hingga Jabodetabek bahkan Purwakarta,” timpalnya.

Baca juga:  Musda KNPI Kabupaten Sukabumi XVI Tetapkan Gilang Gusmana sebagai Ketua

 

Antusiasme dan apresiasi juga datang dari masyarakat sekitar. Warga Cidolog bahkan menggagas Lomba Budidaya Pepaya bersama Koperasi Mekar Mulya IPB sebagai strategi memperluas pengetahuan, memperkuat jaringan produksi, dan menjaga integritas pasar.

 

Hadir dalam acara ini antara lain pejabat IPB University, perwakilan PT Indomarco, jajaran Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Ciamis, serta perwakilan kelompok tani dari Ciamis, Banjar, dan Indramayu. Dukungan pemerintah daerah turut ditekankan, khususnya dalam memperkuat akses pasar dan pendampingan berkelanjutan bagi petani.

 

Dengan capaian ini, Panen Raya Pepaya California diharapkan menjadi model percontohan pengembangan ekonomi desa yang tangguh, berdaya saing, dan mampu menjawab kebutuhan pasar modern.**

Pos terkait