Rumah Warga Ciemas Ludes Terbakar, Damkar Akui Kesulitan Akses Jalan

LINGKARPENA.ID | Peristiwa kebakaran terjadi di Kampung Ciporeang RT 04/08, Desa Ciemas, Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi, pada Kamis (11/12/2025) sekitar pukul 11.30 WIB. Kebakaran menghanguskan satu unit rumah panggung milik pasangan Apandi (53) dan Entin (51).

Peristiwa yang diduga kuat disebabkan adanya korsleting listrik itu berlangsung cepat dan melahap seluruh bagian rumah. Api cepat merembet karena sebagian besar kontruksi rumah berbahan kayu yang mudah terbakar.

Menurut keterangan warga, api mulai terlihat dari bagian tengah rumah. Dalam hitungan menit. Kobaran api cepat membesar dan menjalar ke seluruh struktur bangunan.

Baca juga:  Jeep Terbakar di Jalan Nasional Kiaradua-Jampangkulon

Kondisi rumah yang berbahan kayu serta hembusan angin membuat api semakin cepat membesar. Sejumlah warga yang mengetahui kejadian tersebut berusaha melakukan pemadaman secara manual sambil mengevakuasi beberapa barang yang masih bisa diselamatkan.

Namun upaya warga tak mampu menahan laju api yang terus membesar. Rumah panggung milik pasangan tersebut akhirnya luluh lantak dan rata dengan tanah. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, namun kerugian materi diperkirakan mencapai Rp40 juta.

Baca juga:  Si Jago Merah Lalap Abis Rumah Warga Pabuaran Sukabumi

Petugas Damkar dari Posko 12 Ciemas langsung diterjunkan ke lokasi setelah menerima laporan dari warga. Namun akses menuju titik kebakaran menjadi kendala utama. Jalan yang sempit dan kondisi permukaan yang tidak bisa dilalui kendaraan besar membuat mobil pemadam tidak dapat masuk.

Danton Damkar Posko 12 Ciemas, Wahyu, menjelaskan bahwa proses pemadaman dilakukan menggunakan Alkon karena armada damkar terpaksa berhenti cukup jauh dari lokasi kebakaran.

Baca juga:  Pelaku Pembacokan Sadis di Jalan Siliwangi Palabuhanratu Terancam 8 Tahun Penjara

“Lama pemadaman 32 menit menggunakan Alkon. Mobil damkar tidak bisa masuk ke lokasi karena terkendala kondisi jalan yang tidak memungkinkan kendaraan masuk,” ujar Wahyu kepada lingkarpena.id.

Meski menghadapi berbagai hambatan, petugas bersama warga akhirnya berhasil memadamkan api dan mencegah kebakaran meluas ke rumah lain yang berdekatan. Saat ini, warga bersama perangkat desa masih melakukan pembersihan puing-puing dan pendataan lebih lanjut. Pemerintah desa juga berkoordinasi untuk menyiapkan bantuan darurat bagi keluarga korban.

Pos terkait