LINGKARPENA.ID | Di tengah hiruk pikuk bermunculannya aneka kudapan kekinian dengan ragam rasa dan kemasan modern, Opak khas Pasekon tetap bertahan sebagai camilan tradisional yang tak lekang oleh waktu. Kerupuk berbahan dasar beras ketan ini telah lama menjadi ikon kuliner masyarakat Pajampangan, khususnya di wilayah Jampangkulon, Kabupaten Sukabumi. Kekuatan Opak Pasekon terletak pada kekayaan cita rasa khas yang diwariskan secara turun-temurun dari generasi ke generasi.
Wilayah Pajampangan memang dikenal sebagai surga camilan tradisional Sunda. Dari sekian banyak penganan khas yang ada, Opak Pasekon menjadi salah satu yang paling menonjol. Teksturnya yang kering, kriuk, dan renyah, berpadu dengan rasa gurih alami, menjadikan opak ini digemari berbagai kalangan, mulai dari masyarakat lokal hingga para pendatang.
Sentra produksi Opak Pasekon berada di Kampung Pasekon, Desa Kademangan, Kecamatan Surade. Dari kampung inilah opak khas tersebut diproduksi dan didistribusikan ke berbagai wilayah di Pajampangan dan sekitarnya.
Opak Pasekon hadir dalam berbagai bentuk, namun yang paling populer adalah opak berbentuk bulat sempurna. Permukaannya tampak licin namun tidak berminyak, menghadirkan tampilan sederhana yang menggoda. Setiap gigitannya menyajikan sensasi rasa yang autentik, seolah membawa penikmatnya pada jejak tradisi kuliner Sunda tempo dulu.
Bagi masyarakat yang ingin menikmati Opak Pasekon, camilan ini dapat dengan mudah ditemukan di berbagai warung oleh-oleh. Salah satunya adalah Warung Oleh-oleh Si Abah yang berlokasi di Jalan Raya Cikaso–Tegalbuleud, tepatnya di Kampung Mekarjaya RT 001/003, Desa Kademangan, Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi. Warung ini menjadi salah satu rujukan bagi pecinta opak khas Pasekon.
Pemilik warung, Dili (60), yang akrab disapa Abah, menuturkan bahwa meskipun opak diproduksi di hampir seluruh wilayah Pajampangan, Opak Pasekon memiliki nilai sejarah tersendiri.
“Memang di semua wilayah Pajampangan banyak yang membuat opak bahkan bisa diperoleh di mana-mana. Namun Opak Pasekon merupakan cikal bakal opak yang ada di Pajampangan. Sudah menjadi turun-temurun dan diperjualbelikan,” ujarnya, Kamis (11/12/2025).
Abah mengungkapkan, dirinya telah membuka warung oleh-oleh tersebut hampir lima tahun terakhir. Selama itu pula, Opak Pasekon selalu menjadi produk yang paling diminati. Menurutnya, opak tak hanya digemari sebagai camilan harian, tetapi juga kerap diburu menjelang Hari Raya Idul Fitri maupun saat musim hajatan. “Kalau sudah mendekati Lebaran atau banyak hajatan, pesanan biasanya meningkat,” katanya.
Untuk harga, Opak Pasekon terbilang terjangkau. Satu kantong opak dijual seharga Rp10 ribu dengan isi 13 biji, sedangkan pembelian eceran dibanderol Rp1.000 per biji. Harga yang ramah di kantong ini semakin menguatkan posisi Opak Pasekon sebagai camilan favorit masyarakat.
Di tengah gempuran makanan modern, Opak Pasekon membuktikan bahwa cita rasa tradisional tetap memiliki tempat di hati masyarakat. Lebih dari sekadar camilan, Opak Pasekon adalah simbol identitas kuliner Pajampangan yang terus hidup dan lestari hingga kini.
Editor : Redaksi






