Peuyeum Ketan Pasirpanjang, Cita Rasa Khas Warisan Leluhur dari Pajampangan

Ilustrasi Peuyeum khas Sukabumi (foto net)

LINGKARPENA.ID | Peuyeum ketan merupakan salah satu kuliner tradisional yang lekat dengan masyarakat Jawa Barat. Olahan berbahan dasar beras ketan yang difermentasi ini telah lama dikenal luas, termasuk di wilayah Pajampangan, Sukabumi Selatan. Penganan warisan leluhur tersebut kerap tersaji dalam berbagai acara adat, hajatan warga, hingga menjadi suguhan khas saat perayaan Hari Raya Lebaran.

Di Desa Pasirpanjang, Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi, peuyeum ketan memiliki keunggulan tersendiri dibandingkan daerah lain. Cita rasa dan aroma yang dihasilkan dikenal lebih khas, sehingga banyak diminati masyarakat.

Salah seorang pengrajin peuyeum ketan, Yuyu (48), mengatakan bahwa keahlian membuat peuyeum diperolehnya secara turun-temurun dari orang tua. Menurutnya, kualitas peuyeum sangat ditentukan sejak tahap awal, terutama dalam pemilihan bahan baku beras ketan.

Baca juga:  Anyaman Bambu Kampung Cisuren, Tradisi Turun-Temurun Penopang Ekonomi Keluarga

“Beras ketan harus murni, tidak boleh dicampur dengan beras biasa. Itu sudah menjadi aturan sejak dulu yang diajarkan orang tua kami,” ujar Yuyu, warga Kampung Ciseupan, Desa Pasirpanjang, saat ditemui Sabtu (13/12/2025).

Selain bahan baku, Yuyu menjelaskan bahwa proses fermentasi juga memegang peranan penting dalam menentukan rasa. Udara yang bersih serta penggunaan ragi tradisional dari bahan rempah menjadi kunci utama keberhasilan pembuatan peuyeum ketan.

“Udara dan ragi sangat mempengaruhi rasa. Kami juga menggunakan pewarna alami dari daun suji dan daun katuk agar tetap aman dan alami,” tuturnya.

Ia menambahkan, proses pembuatan peuyeum ketan hingga matang membutuhkan waktu sekitar tiga hingga empat hari. Dari empat kilogram beras ketan, pengrajin dapat menghasilkan sekitar 25 bungkus peuyeum, dengan berat masing-masing bungkus mencapai 400 gram.

Baca juga:  Libur Nataru, Jumlah Kendaraan yang Tercatat Polres Sukabumi Hari Ini

Sementara itu, Kepala Desa Pasirpanjang, Mamat Slamet, mengatakan bahwa sentra pengrajin peuyeum ketan di wilayahnya tersebar di beberapa kampung dan menjadi salah satu potensi kuliner unggulan desa. Keistimewaan peuyeum ketan Pasirpanjang, kata dia, juga dipengaruhi oleh kualitas air yang digunakan untuk mencuci beras ketan.

“Keunggulan peuyeum ketan Pasirpanjang dibandingkan daerah lain di Pajampangan terletak pada airnya. Air di sini sangat mendukung proses pembuatan sehingga rasa peuyeum menjadi lebih khas,” ujar Mamat.

Baca juga:  Bupati Sukabumi Lepas 18 Peserta STQH Menuju Jawa Barat

Ia menegaskan, Pemerintah Desa Pasirpanjang berkomitmen untuk mengangkat kembali potensi kuliner tradisional tersebut. Selain menjaga warisan budaya, keberadaan industri rumahan peuyeum ketan juga dinilai mampu memberdayakan ibu-ibu rumah tangga dan meningkatkan perekonomian warga.

“Alhamdulillah, dengan banyaknya pengrajin peuyeum ketan, kami berupaya mengangkat potensi kuliner lokal sekaligus memberdayakan ibu-ibu rumah tangga,” katanya.

Lebih lanjut, Mamat menjelaskan bahwa pihak desa terus mendorong keberlangsungan usaha rumahan para pengrajin peuyeum ketan melalui koordinasi pemasaran dan pendampingan usaha. Upaya tersebut dilakukan dengan melibatkan berbagai pihak terkait agar produk peuyeum ketan Pasirpanjang dapat semakin dikenal luas dan memiliki nilai jual yang lebih tinggi.

Editor : Redaksi

Pos terkait