LINGKARPENA.ID | Hujan disertai angin kencang kembali menyebabkan kejadian bencana di wilayah Kabupaten Sukabumi. Sebuah pohon tumbang menimpa rumah warga di Kampung Cigadog, RT 16/06, Desa Sagaranten, Kecamatan Sagaranten, pada Jumat (26/12/2025) siang.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 12.35 WIB. Berdasarkan hasil asesmen Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) BPBD Kecamatan Sagaranten, pohon jenis aprika (manii) tumbang akibat terpaan angin kencang dan menimpa bagian dapur rumah milik seorang warga bernama Deden.
Akibat kejadian tersebut, satu kepala keluarga dengan dua jiwa terdampak. Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa tersebut. Namun, bagian dapur rumah mengalami kerusakan cukup parah dengan estimasi kerugian materiil mencapai Rp10 juta.
Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) Sagaranten, Jaenal Muttaqin, mengatakan bahwa pihaknya langsung melakukan koordinasi lintas sektor begitu menerima laporan dari warga.
“Begitu mendapat informasi, kami segera berkoordinasi dengan perangkat desa dan kecamatan, Koramil, Polsek, Kasi Trantib, Damkar, serta unsur terkait lainnya untuk melakukan asesmen dan evakuasi pohon tumbang,” ujar Jaenal Muttaqin.
Ia menambahkan, proses evakuasi pohon tumbang telah dilakukan secara gotong royong oleh warga setempat dengan pendampingan dari petugas. Saat ini, kondisi di lokasi sudah aman dan tidak ada hambatan aktivitas warga.
“Alhamdulillah pohon tumbang sudah berhasil dievakuasi oleh warga. Saat ini situasi aman, meski cuaca masih dalam kondisi mendung. Kami tetap mengimbau masyarakat agar waspada terhadap potensi cuaca ekstrem,” tambahnya.
Untuk penanganan lanjutan, kebutuhan mendesak yang diperlukan oleh korban adalah bantuan bahan material guna memperbaiki bagian rumah yang rusak. BPBD Kecamatan Sagaranten terus melakukan pemantauan dan siap melakukan langkah lanjutan apabila kondisi cuaca memburuk.
Pihak BPBD juga mengingatkan masyarakat, khususnya yang tinggal di sekitar pohon besar atau wilayah rawan bencana, agar meningkatkan kewaspadaan terutama di tengah cuaca ekstrem yang masih berpotensi terjadi di wilayah Sukabumi.






