LINGKARPENA.ID | Upaya peningkatan kualitas gizi dan ketahanan keluarga terus diperkuat di Kabupaten Sukabumi melalui sinergi antara pemerintah pusat dan daerah. Hal tersebut terlihat dari kehadiran Kepala Dinas BKKBN Kabupaten Sukabumi, Eka Nandang, dalam kegiatan Temu Kader Tim Pendamping Keluarga (TPK) yang dirangkaikan dengan pendistribusian Program Makan Bergizi Gratis (MBG) 3B, bersama Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga Republik Indonesia/Kepala BKKBN, Wihaji.
Kegiatan tersebut digelar di halaman Kantor Kecamatan Kabandungan, Senin (12/1/2026), dan dihadiri para kader TPK dari berbagai wilayah. Momentum ini dinilai strategis untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam mendukung program pembangunan keluarga, khususnya percepatan penurunan stunting dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Kepala Dinas BKKBN Kabupaten Sukabumi, Eka Nandang, menegaskan bahwa sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan kader di tingkat lapangan menjadi kunci utama keberhasilan program.
“Keberhasilan program pembangunan keluarga sangat ditentukan oleh kolaborasi yang solid. Keterlibatan seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah hingga kader di desa, memastikan program berjalan efektif dan tepat sasaran,” ujar Eka Nandang.
Menurutnya, peran kader TPK sangat strategis karena berada di garis terdepan dalam pendampingan keluarga, khususnya keluarga berisiko stunting. Dengan penguatan kapasitas kader, program-program BKKBN diharapkan mampu memberikan dampak langsung bagi masyarakat.
Ia juga menyampaikan optimisme terhadap pelaksanaan SPPG di Kabupaten Sukabumi, khususnya di Kecamatan Kabandungan.
“Dengan kolaborasi yang kuat dan berkelanjutan, kami yakin pelaksanaan SPPG dapat memberikan dampak nyata dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Program ini tidak hanya berfokus pada pemenuhan gizi, tetapi juga menumbuhkan kesadaran keluarga akan pentingnya pola hidup sehat dan seimbang,” tambahnya.
Selain menghadiri temu kader, rombongan juga melakukan kunjungan lapangan ke sejumlah lokasi, di antaranya keluarga rawan stunting (KRS) serta rumah tidak layak huni (rutilahu) di Kampung Cikubang RT 21 RW 09, Desa Kabandungan. Kunjungan dilanjutkan ke Kampung Kaladi 1 RT 03 RW 05, Desa Tugu Bandung, untuk melihat langsung kondisi masyarakat serta memastikan program pendampingan berjalan sesuai kebutuhan di lapangan.
Pada kesempatan tersebut, Eka Nandang menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi, khususnya para kader TPK yang dengan penuh dedikasi mendampingi keluarga sasaran.
“Saya mengapresiasi kerja keras para kader TPK yang terus mendampingi masyarakat. Semangat kebersamaan dan kepedulian ini harus terus dijaga demi mewujudkan keluarga yang sehat, sejahtera, dan berkualitas di Kabupaten Sukabumi,” pungkasnya. (adv).






