LINGKARPENA.ID | Sesosok mayat laki-laki korban kecelakaan laut (laka laut) ditemukan di Pantai Cibuaya, Desa Pangumbahan, Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi, pada Selasa (20/1/2026) sekitar pukul 17.16 WIB.
Korban diketahui bernama Salman Abdul Latif (20), berjenis kelamin laki-laki. Berdasarkan identitas, korban berdomisili di Cipinang Asem RT 014/04 Kebon Pala, Kecamatan Makassar, Jakarta Timur, namun diketahui tinggal sementara di wilayah Cikeas, Bogor.
Menurut keterangan para saksi, korban pertama kali ditemukan oleh warga yang sedang memancing di sekitar Pantai Cibuaya dalam kondisi terombang-ambing dan terbawa arus laut menuju tengah perairan.
Saksi Risman (33) dan Ismat (29), warga Kampung Cibuaya, Desa Pangumbahan, menyampaikan bahwa setelah penemuan tersebut, warga segera melaporkan kejadian kepada Ketua HNSI Ujunggenteng, Asep JK, yang kemudian diteruskan ke Polsek Ciracap dan pihak terkait untuk proses evakuasi.
Sekitar pukul 18.00 WIB, jenazah korban berhasil dievakuasi di Pantai Kalapa Condong, Desa Ujunggenteng, menggunakan perahu Kausar Putra milik Entis. Selanjutnya, jenazah dibawa ke RSUD Jampang Kulon untuk penanganan lebih lanjut sambil menunggu kedatangan pihak keluarga.
Kapolsek Ciracap AKP Taufick Hadian, S.Pd., membenarkan peristiwa tersebut dan menjelaskan bahwa korban diduga kuat merupakan korban laka laut yang sebelumnya dilaporkan hilang di wilayah Pantai Goa Langir, Sawarna, Kabupaten Lebak, Banten.
“Berdasarkan hasil koordinasi dengan P2BK Ciracap dan BPBD Kabupaten Sukabumi, serta pencocokan ciri-ciri korban, dapat dipastikan bahwa korban merupakan korban kecelakaan laut yang terjadi di Pantai Goa Langir Sawarna, Kabupaten Lebak, Banten, pada Sabtu, 17 Januari 2026 sekitar pukul 17.30 WIB,” ujar AKP Taufick Hadian.
Ia menambahkan, pihak kepolisian telah melakukan komunikasi dengan keluarga korban. Ayah korban, Anogi, telah dihubungi dan menyatakan akan segera menjemput jenazah untuk dibawa ke rumah duka dan dimakamkan.
Dalam penanganan kejadian tersebut, sejumlah personel Polsek Ciracap diterjunkan ke lokasi, di antaranya Kapolsek Ciracap AKP Taufick Hadian, Kanit Reskrim AIPDA Trieyadhi, Bhabinkamtibmas Desa Pangumbahan BRIPDA Dimas, serta anggota piket AIPDA Wiwis.
Adapun tindakan yang dilakukan kepolisian meliputi penerimaan laporan, mendatangi lokasi kejadian, proses evakuasi, koordinasi lintas instansi, membawa korban ke rumah sakit, menghubungi keluarga korban, serta melaporkan kejadian ke kesatuan atas.
Pihak kepolisian mengimbau masyarakat dan wisatawan untuk selalu meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di kawasan pantai, khususnya di wilayah yang rawan gelombang tinggi dan arus kuat.






