Tragis! Konflik Warisan Berujung Tikaman, Paman Tusuk Keponakan di Sukabumi

Sumber gambar: ilustrasi AI

LINGKARPENA.ID | Perselisihan keluarga berujung aksi kekerasan terjadi di Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi. Seorang pria berinisial AS (55) tega menusuk keponakannya sendiri, Jaenudin (39), akibat konflik lama yang dipicu persoalan pohon jengkol dan tanah warisan.

Peristiwa berdarah itu terjadi pada Minggu siang, 18 Januari 2026, di Kampung Cibelender, Desa Cihaur. Korban ditusuk satu kali menggunakan senjata tajam hingga mengalami luka serius di bagian perut kiri dan harus dilarikan ke RSUD Palabuhanratu untuk mendapatkan perawatan intensif.

Baca juga:  Baru Hirup Udara Bebas, Anggota DPRD Kota Sukabumi Kembali Terjerat Kasus Tipu Gelap Hingga Rp1,2 Milyar

Kasat Reskrim Polres Sukabumi AKP Hartono menjelaskan, insiden bermula saat korban menebang pohon jengkol milik pelaku yang berada di lahan warisan keluarga.

“Pelaku mengaku emosi karena pohon jengkolnya ditebang,” ujar Hartono, kepada wartawan.

Diketahui, konflik antara keduanya sudah lama terjadi akibat sengketa kepemilikan tanah warisan keluarga. Dalam kondisi marah, pelaku mendatangi korban sambil membawa pisau dan langsung melakukan penusukan.

Baca juga:  Tiga Pelaku Terancam 12 Tahun di Polres Sukabumi Kota

Usai kejadian, AS melarikan diri ke wilayah Kecamatan Ciemas karena takut menjadi sasaran warga. Polisi yang menerima laporan langsung melakukan pengejaran dan berhasil mengamankan pelaku tanpa perlawanan pada Selasa dini hari, 20 Januari 2026.

Kapolres Sukabumi AKBP Samian menyebut penangkapan tersebut penting untuk mencegah konflik meluas di masyarakat.

“Pelaku sudah kami amankan dan saat ini menjalani proses hukum,” kata Kapolres Sukabumi.

Baca juga:  Delapan Kasus Narkoba dengan 11 Tersangka Terjaring Operasi Antik Lodaya 2022 Polres Sukabumi

Hingga kini, korban masih menjalani observasi medis lanjutan, sementara pelaku harus mempertanggungjawabkan perbuatannya sesuai hukum yang berlaku.(*)

Pos terkait