LINGKARPENA.ID | Warga Kampung Nyenang, Desa Kalaparea, Kecamatan Nagrak, Kabupaten Sukabumi, dikejutkan oleh penemuan sesosok mayat laki-laki tanpa identitas di area persawahan pada Jumat (23/1/2026) dini hari. Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di lokasi yang berdekatan dengan permukiman warga.
Peristiwa tersebut pertama kali diketahui oleh seorang warga bernama Dede Tarian. Sebelumnya, saksi mengaku sempat mendengar suara jeritan dari arah sawah sekitar waktu subuh. Karena penasaran, saksi kemudian mengecek lokasi dan mendapati sesosok tubuh tergeletak dalam kondisi tidak bernyawa.
Kapolsek Nagrak, AKP Muhammad Damar Gunawan, S.Pd., mengatakan laporan penemuan mayat diterima pihak kepolisian sekitar pukul 04.00 WIB.
“Sekitar pukul 04.00 WIB, kami menerima laporan dari warga bahwa telah ditemukan sesosok mayat laki-laki di area sawah dan kebun. Saat kami lakukan pengecekan, korban sudah dalam keadaan meninggal dunia dan diduga terkena aliran listrik,” kata AKP Muhammad Damar Gunawan kepada awak media.
Menurutnya, korban ditemukan dalam posisi tertelungkup dan hingga kini belum diketahui identitasnya atau masih berstatus Mr X. Untuk mengungkap identitas korban, pihak kepolisian telah melakukan koordinasi dengan aparat desa di wilayah Kecamatan Nagrak.
“Sampai saat ini identitas korban belum diketahui. Kami sudah berkoordinasi dengan seluruh kepala desa dan kepala dusun se-Kecamatan Nagrak untuk membantu proses identifikasi,” ujarnya.
Kapolsek menjelaskan ciri-ciri korban saat ditemukan, di antaranya memiliki tinggi badan sekitar 160 sentimeter, berambut hitam, hidung agak mancung, dan berbibir tebal. Korban mengenakan kaos hitam dengan lengan berwarna merah, celana panjang hitam, serta terdapat sarung yang melingkar di bagian leher.
Selain itu, petugas juga mengamankan sejumlah barang yang ditemukan di tubuh korban. “Di antaranya tas berwarna cokelat, senjata tajam berupa golok, obeng, alat tajam menyerupai obeng kecil, dan gunting,” jelas Kapolsek.
Berdasarkan keterangan saksi, korban diperkirakan meninggal dunia antara tengah malam hingga menjelang subuh. Lokasi penemuan korban diketahui tidak terlalu jauh dari rumah warga.
“Lokasinya dekat permukiman. Saksi sempat mendengar suara teriakan sebelum akhirnya korban ditemukan sekitar pukul 04.00 WIB,” tambahnya.
Saat ini, jenazah korban telah dievakuasi ke kamar jenazah RSUD Sekarwangi Cibadak guna keperluan pemeriksaan lebih lanjut. Polisi berharap identitas korban dapat segera terungkap agar penyebab pasti kematian dapat diketahui secara jelas.






