LINGKARPENA.ID | Harga sejumlah bahan pokok di berbagai pasar tradisional Kabupaten Sukabumi terpantau mengalami fluktuasi pada Minggu Ke IV Januari 2026. Berdasarkan data Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kabupaten Sukabumi, beberapa komoditas mengalami penurunan harga, sementara sebagian lainnya tercatat mengalami kenaikan tipis.
Komoditas beras secara umum relatif stabil. Beras medium tercatat tidak mengalami perubahan harga dengan rata-rata Rp13.050 per kilogram. Sementara itu, beras premium mengalami penurunan cukup signifikan dengan rata-rata harga turun menjadi Rp12.375 per kilogram atau turun sekitar 12,23 persen dibandingkan minggu sebelumnya. Beras SPHP juga tercatat mengalami penurunan sebesar 19,87 persen.
Pada komoditas minyak goreng, minyak curah mengalami kenaikan tipis sebesar 0,32 persen dengan harga rata-rata Rp19.313 per kilogram. Sebaliknya, Minyakita mengalami penurunan cukup tajam hingga 12,40 persen dengan harga rata-rata Rp15.275 per liter.
Untuk komoditas protein hewani, harga daging sapi relatif stabil dengan rata-rata Rp131.429 per kilogram. Daging ayam ras tercatat mengalami penurunan sebesar 1,96 persen menjadi Rp37.500 per kilogram, sedangkan telur ayam ras turun 4,05 persen dengan harga rata-rata Rp29.625 per kilogram.
Komoditas hortikultura menunjukkan pergerakan harga yang cukup dinamis. Cabai merah keriting mengalami penurunan 8,06 persen menjadi Rp35.625 per kilogram, sementara cabai rawit hijau turun 12,29 persen. Di sisi lain, cabai merah besar justru mengalami kenaikan sebesar 1,27 persen.
Bawang merah relatif stabil dengan kenaikan tipis 0,35 persen, sedangkan bawang putih tercatat mengalami kenaikan sebesar 3,33 persen. Beberapa jenis ikan juga mengalami kenaikan harga, di antaranya ikan tongkol naik 3,39 persen dan ikan mas naik 3,25 persen. Namun, ikan kembung mengalami penurunan cukup signifikan sebesar 11,48 persen.
Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Sukabumi, Dani Tarsoni, ST, MT, mengatakan bahwa fluktuasi harga masih dalam batas wajar dan dipengaruhi oleh faktor distribusi serta ketersediaan pasokan di masing-masing wilayah pasar.
“Secara umum kondisi harga bahan pokok di Kabupaten Sukabumi masih relatif terkendali. Kenaikan dan penurunan yang terjadi lebih banyak dipengaruhi oleh faktor pasokan, cuaca, serta distribusi antarwilayah pasar,” ujar Dani Tarsoni, Kamis (29/1/2026).
Ia menambahkan, Disdagin Kabupaten Sukabumi akan terus melakukan pemantauan harga secara rutin di seluruh pasar tradisional guna menjaga stabilitas harga dan ketersediaan barang kebutuhan pokok.
“Kami terus berkoordinasi dengan distributor dan instansi terkait agar pasokan tetap lancar, sehingga tidak terjadi lonjakan harga yang dapat memberatkan masyarakat,” tambahnya.
Dani juga mengimbau masyarakat untuk tetap berbelanja secara bijak serta tidak melakukan panic buying, karena stok bahan pokok di Kabupaten Sukabumi dipastikan masih aman.






