LINGKARPENA.ID | Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi bersama Komite Ekonomi Kreatif (Ekraf) Kabupaten Sukabumi menggelar kegiatan silaturahmi, penguatan koordinasi, serta penyusunan rencana kerja pada Selasa, 24 Februari 2026.
Pertemuan tersebut menjadi momentum konsolidasi dalam membangun ekosistem ekonomi kreatif yang kolaboratif, berkelanjutan, dan berdampak langsung bagi masyarakat.
Kegiatan yang berlangsung dalam suasana kebersamaan itu menegaskan pentingnya penguatan kapital sosial sebagai fondasi gerakan ekonomi kreatif. Nilai-nilai kesamaan visi, kepercayaan, kolaborasi, serta orientasi pada kemanfaatan publik menjadi titik tekan dalam forum tersebut.
Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi, Ali Iskandar, menyampaikan bahwa setiap agenda ekonomi kreatif harus dilandasi semangat menghadirkan kebaikan dan manfaat bagi masyarakat luas.
“Agenda yang kita lakukan harus senantiasa menjadi kebaikan dan menghadirkan kemanfaatan. Karena sebagai sebuah komunitas, kita memiliki kekuatan kapital sosial. Pertama, kita harus memiliki kepercayaan yang sama, bahwa hidup ini harus memberi manfaat. Manfaat itu tentu ditopang oleh kemauan, semangat, serta pengetahuan yang terus kita tingkatkan,” ujarnya.
Menurutnya, struktur kelembagaan Komite Ekraf akan berperan sebagai supporting system yang mendorong para pelaku ekonomi kreatif agar tumbuh mandiri, berdaya saing, dan berkelanjutan. Forum tersebut juga menyepakati sejumlah resolusi strategis, mulai dari penguatan sinergi lintas sektor, penyusunan agenda kerja terstruktur, pertemuan rutin, hingga persiapan deklarasi ekonomi kreatif sebagai bentuk komitmen bersama.
Ali Iskandar menambahkan, kehadiran Komite Ekonomi Kreatif Kabupaten Sukabumi periode 2026–2030 yang telah diinisiasi Bupati sejak 9 Februari 2026 menjadi langkah penting dalam memperkuat sektor pariwisata berbasis kreativitas.
“Pariwisata menghadirkan kebahagiaan. Akan lebih sempurna ketika ditopang oleh ekonomi kreatif. Bagaimana ide-ide tumbuh, berkembang, dan menghasilkan pendapatan. Pada akhirnya bermuara pada kesejahteraan masyarakat,” ungkapnya.
Ia juga menekankan bahwa pengembangan 17 subsektor ekonomi kreatif di Kabupaten Sukabumi harus dibangun melalui kolaborasi yang solid. Tidak hanya kemampuan mengembangkan ide dan menajamkan pemikiran kritis, namun juga membangun jejaring kerja yang kuat.
“Kolaborasi hari ini menjadi kata kunci. Setelah menyamakan pemahaman dan menguatkan energi bersama, kita optimistis ekonomi kreatif di Kabupaten Sukabumi bisa lebih sempurna dan menghadirkan banyak kemanfaatan,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Komite Ekonomi Kreatif Kabupaten Sukabumi, Iwan—yang akrab disapa Kang Iwan—menyampaikan harapannya agar rapat koordinasi tersebut menjadi pijakan untuk langkah yang lebih konkret ke depan.
“Alhamdulillah hari ini kita telah menyelesaikan rapat ekonomi kreatif. Mudah-mudahan ini menjadi bahan kerja kita ke depan dan semoga ekonomi kreatif kita lebih maju dan lebih barokah,” ujarnya.
Rencananya, Komite Ekonomi Kreatif Kabupaten Sukabumi akan dikukuhkan dan dilantik pada pertengahan April 2026, setelah bulan Ramadan. Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Sukabumi menegaskan komitmennya membangun ekonomi kreatif sebagai kekuatan harapan sekaligus motor penggerak pembangunan daerah yang inklusif dan berkelanjutan.( adv)






