Pemkab Sukabumi Mulai Bangun Kampung Mubarakah, Hunian Warga Terdampak Bencana

LINGKARPENA.ID | Pemerintah Kabupaten Sukabumi resmi memulai pembangunan hunian bagi warga terdampak pergerakan tanah di wilayah Palabuhanratu melalui prosesi peletakan batu pertama di Kampung Mubarakah, Desa Cikadu, Rabu (1/4/2026).

 

Peresmian tersebut menandai dimulainya realisasi program relokasi yang telah dipersiapkan sejak lama, mulai dari penetapan lokasi, pemenuhan administrasi, hingga kolaborasi dengan berbagai pihak.

 

Bupati Sukabumi, H. Asep Japar, menegaskan bahwa pembangunan Kampung Mubarakah merupakan bentuk nyata kehadiran pemerintah dalam menjawab kebutuhan masyarakat terdampak bencana.

 

“Ini adalah wujud tanggung jawab pemerintah dalam memastikan warga yang terdampak bencana mendapatkan hunian yang layak dan aman,” ujar Bupati.

Baca juga:  Anggota Satpol PP Surade, Solih Sunarya, Ceritakan Perjalanan 13 Tahun Hingga Resmi Dilantik Menjadi PPPK

 

Ia juga menyampaikan bahwa nama “Mubarakah” mengandung harapan besar agar kawasan tersebut menjadi lingkungan yang membawa keberkahan, ketenangan, serta kehidupan baru yang lebih baik bagi para penyintas.

 

“Kami ingin kawasan ini menjadi tempat tinggal yang tidak hanya layak, tetapi juga menghadirkan rasa aman dan harapan baru bagi masyarakat,” tambahnya.

 

Pembangunan Kampung Mubarakah berdiri di atas lahan milik pemerintah daerah seluas sekitar 34.400 meter persegi. Hunian yang dibangun dirancang tahan gempa dengan sentuhan arsitektur khas Sunda, serta memanfaatkan material ramah lingkungan seperti bambu dan kayu. Luas bangunan bervariasi antara 36 hingga 60 meter persegi.

Baca juga:  Safari Muhibah Ramadan Berakhir di Cidahu, Infrastruktur Jadi Fokus Pemkab Sukabumi 2026

 

Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman Kabupaten Sukabumi, Sendi Apriadi, menjelaskan bahwa proyek ini akan dilaksanakan secara bertahap sepanjang tahun 2026.

 

“Pembangunan dilakukan dalam tiga tahap, dengan total 86 unit rumah yang ditargetkan rampung tahun ini,” jelasnya.

 

Tahap pertama direncanakan berlangsung April hingga Juni sebanyak 20 unit, dilanjutkan tahap kedua 30 unit, dan tahap ketiga sebanyak 36 unit hingga akhir tahun.

 

Pelaksanaan pembangunan melibatkan Kodim 0622/Kabupaten Sukabumi sebagai pelaksana teknis, dengan dukungan partisipasi warga setempat yang turut membantu proses pembangunan.

Baca juga:  Pemkab Sukabumi Perkuat UHC, Pastikan Warga Tak Terkendala Akses Kesehatan

 

Salah satu penerima manfaat, Hasyim, mengungkapkan rasa syukur atas dimulainya pembangunan tersebut.

 

“Kami sangat berterima kasih. Ini bukan hanya rumah, tetapi harapan baru bagi kami untuk memulai kehidupan yang lebih baik,” ungkapnya.

 

Selain prosesi peletakan batu pertama, kegiatan juga diisi dengan penyerahan dokumen kependudukan kepada warga penerima manfaat, pemberian apresiasi kepada para donatur, serta penyerahan mandat pelaksanaan pembangunan kepada pihak Kodim.

 

Dengan dimulainya pembangunan ini, Pemerintah Kabupaten Sukabumi berharap proses relokasi berjalan lancar dan mampu mempercepat pemulihan kehidupan sosial serta ekonomi masyarakat terdampak bencana.

Pos terkait