Mengantar Asa ke Negeri Orang, 55 Putra Sukabumi Dilepas dengan Doa dan Harapan

Wakil Walikota Sukabumi, Bobby Maulana saat menghadiri acara pelepasan 55 putra Sukabumi ke luar negeri.[foto:ist]

LINGKARPENA.ID | Suasana haru dan khidmat menyelimuti halaman Ponpes Modern Dzikir Al-Fath, Jumat (17/04/2026). Sebanyak 55 peserta program kerja luar negeri berdiri rapi, sebagian menunduk dalam doa, sebagian lagi menatap jauh ke depan—seolah mencoba membayangkan perjalanan panjang yang akan mereka tempuh.

 

Di tengah suasana itu, Wakil Wali Kota Sukabumi, Bobby Maulana, hadir langsung untuk melepas keberangkatan mereka. Bukan sekadar seremoni, momen ini menjadi titik awal bagi puluhan anak muda Kota Sukabumi yang akan menapaki pengalaman baru di negeri orang seperti Turki, Jepang, dan Arab Saudi.

Baca juga:  Terima Kunjungan Komnas Disabilitas, Wakil Wali Kota Sukabumi Komitmen Perhatikan Kaum Disabilitas

 

Keberangkatan ini bukan tanpa makna. Di balik koper yang mereka bawa, tersimpan harapan besar—bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi juga untuk masa depan daerah. Program ini menjadi salah satu upaya dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia Kota Sukabumi agar mampu bersaing di tingkat global.

 

Dalam sambutannya, Bobby Maulana berpesan agar para peserta menjaga nama baik daerah selama berada di luar negeri. Ia menekankan pentingnya disiplin, etos kerja, serta menjunjung tinggi nilai budaya dan akhlak.

Baca juga:  Rina Rosmaniar Japar Nahkodai Perwosi Sukabumi 2026–2030, Siap Hadirkan Gebrakan Baru

 

“Jaga sikap, jaga nama baik Sukabumi. Tunjukkan bahwa kita mampu bersaing dengan tetap membawa nilai-nilai yang kita miliki,” ujarnya singkat.

 

Lebih dari itu, ia berharap pengalaman yang didapat selama bekerja di luar negeri dapat menjadi bekal berharga ketika kembali ke tanah air. Menurutnya, kontribusi nyata para peserta sangat dinantikan dalam pembangunan Kota Sukabumi ke depan.

Baca juga:  Ketua dan Pengurus DPC Satria Sunda Sakti Sukabumi Raya Dilantik, Dikukuhan

 

“Manfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya. Pulanglah dengan ilmu dan pengalaman untuk membangun daerah kita,” tambahnya.

 

Di antara para peserta, terlihat raut campur aduk—antara bangga, gugup, dan penuh harapan. Beberapa keluarga yang mengantar tampak tak kuasa menyembunyikan rasa haru. Namun, di balik perpisahan itu, tersimpan keyakinan bahwa langkah mereka hari ini adalah awal dari perubahan besar.

 

Dari Sukabumi untuk dunia, dan suatu hari nanti—kembali lagi untuk Sukabumi.

Pos terkait